HARIANBANTEN.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alin Hendalin Mahdaniar menyebut, abu vulkanik erupsi gunung anak krakatau dapat menyebabkan berbagai dampak terhadap kesehatan.
Ia mengatakan, gangguan penyakit bisa timbul jika terhirup masuk ke dalam tubuh maupun mengenai mata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup serta apabila mengenai mata dan kulit,” kata Alin Hendalin dalam keterangannya, Minggu, 6 September 2026.
Oleh karena itu Dinkes Tangsel menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi gunung anak krakatau.
Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
Apabila beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dihimbau melakukan langkah-langkah perlindungan terutama saat kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar, salah satunya dengan menggunakan masker.
Oleh karena itu, masyarakatdiimbau untuk melakukan langkah-langkah perlindungankesehatan, terutama saat kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
“Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia,” tuturnya.
Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, iritasi mata berupa mata merah, perih atau berair, serta iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
“Agar segera mengurangi paparan dan memeriksakan diri ke UPTD Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, terutama apabila keluhan menetap, semakin berat, atau disertai kesulitan bernapas,” ungkapnya.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan sesuai kondisi lingkungan masing-masing,” pungkasnya.









