Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok

- Pewarta

Minggu, 6 September 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka menjadi pembelajaran daring mulai Senin, 7 September 2026.

 

Kebijakan tersebut diterapkan menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang masih mengalami erupsi dan berstatus Level III atau Siaga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, keputusan pembelajaran daring telah disepakati bersama jajaran Pemerintah Kota Serang sebagai langkah antisipasi terhadap dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

 

“Pak Sekda sepakat, Pak Kalak, dan kita sepakat besok Senin 7 September itu kita daringkan proses KBM di seluruh satuan pendidikan di wilayah kewenangan Dindikbud Kota Serang,” ujar Ahmad Nuri, Minggu (6/9/2026).

 

Menurutnya, kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Dindikbud Kota Serang, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.

 

Ahmad Nuri mengatakan pihaknya juga telah mengedarkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tersebut.

 

Dalam surat edaran itu disebutkan, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya ditandai dengan erupsi, tetapi juga suara dentuman dan sebaran hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Kota Serang.

 

Karena itu, pelaksanaan pembelajaran dari rumah dinilai sebagai langkah kesiapsiagaan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.

 

Dindikbud Kota Serang juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang untuk memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta arah sebaran abu vulkanik.

 

Hasil koordinasi dan pemantauan tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.

 

Dalam pelaksanaannya, sekolah diminta memastikan proses pembelajaran tetap berjalan secara aktif dan terarah melalui berbagai sarana digital, seperti LMS, Google Classroom maupun media daring resmi sekolah.

 

Sementara itu, orang tua atau wali murid diminta memberikan pendampingan dan pengawasan kepada anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

 

Mereka juga diimbau mengurangi aktivitas anak di luar ruangan guna menghindari paparan abu vulkanik secara langsung.

 

Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat, termasuk peserta didik, diminta menggunakan masker standar medis atau respirator.

Berita Terkait

Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Gangguan Perpanasan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Pakai Masker
55 WN Tiongkok Diduga Jadi Kuli di Proyek Smartfren Serpong, Diamankan Imigrasi
Belum Padam Total, Kebakaran di Pisangan Ciputat Memasuki Hari Ke-3
Jaro Tanggungan 12 Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia
Hibah KONI Tangsel Terganjal SPJ, Walikota Pastikan Tak Ganggu Porprov 2026
Imbas Kebakaran Lahan Kosong di Ciputat, 12 Warga Alami Sesak Nafas
Kebakaran lahan kosong di Ciputat 27 Jam Belum Padam
Pemkot Tangerang Naikkan Tambahan Penghasilan Pegawai PPPK 15 Persen

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:13 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok

Minggu, 6 September 2026 - 16:00 WIB

Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Gangguan Perpanasan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Pakai Masker

Sabtu, 5 September 2026 - 22:17 WIB

55 WN Tiongkok Diduga Jadi Kuli di Proyek Smartfren Serpong, Diamankan Imigrasi

Jumat, 4 September 2026 - 21:31 WIB

Jaro Tanggungan 12 Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia

Jumat, 4 September 2026 - 18:25 WIB

Hibah KONI Tangsel Terganjal SPJ, Walikota Pastikan Tak Ganggu Porprov 2026

Berita Terbaru