HARIANBANTEN.COM — Sebanyak 316 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang mengubah skema distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.
Makanan yang semula diperuntukkan bagi siswa sekolah kini dialihkan kepada warga sekitar, santri pondok pesantren hingga penghuni panti asuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator SPPG Kabupaten Tangerang Priyo Basuki mengatakan, perubahan distribusi tersebut mulai diterapkan pada Senin (7/9). Kebijakan ini dilakukan karena bahan baku makanan sudah terlanjur dipesan.
“Karena terlanjur pesan bahan baku jadi dialihkan untuk warga sekitar, panti asuhan dan agar relawan SPPG membawa pulang untuk dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga,” ujar Priyo.
Baca Juga:
APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun
Selain makanan untuk siswa, pemberian MBG kepada kelompok penerima manfaat lainnya seperti lansia, balita, ibu menyusui dan ibu hamil juga dihentikan sementara.
“Dialihkan juga karena kita meminimalisir hal yang tidak diinginkan,” kata Priyo.
Priyo menjelaskan, MBG yang disiapkan SPPG terdiri dari dua bentuk, yakni makanan yang sudah siap disantap dan bahan makanan yang masih berupa bahan baku.
“Jadi dibagi dua, ada yang masak sebagian ada yang berupa bahan baku,” ucapnya.
Penerapan PJJ dilakukan setelah abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah. Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang memberlakukan PJJ bagi seluruh satuan pendidikan mulai dari TK, SD hingga SMP pada 7-9 September 2026.
Baca Juga:
Kasus Dugaan Pelecehan Guru dan P3K Dindikbud Tangsel Berakhir Damai
Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Hari Ketiga Pencarian Diperluas









