ISPA di Banten Meledak 4.500 Kasus, PJJ Diperpanjang Gegara Abu Anak Krakatau

- Pewarta

Rabu, 9 September 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Banten melonjak lebih dari dua kali lipat setelah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

 

Dalam kondisi normal, kasus ISPA di Banten berada di kisaran 2.000 kasus. Namun, berdasarkan laporan di lapangan, jumlahnya kini mencapai sekitar 4.500 kasus.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Lonjakan tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Provinsi Banten memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh).

 

Gubernur Banten Andra Soni memutuskan PJJ diperpanjang hingga Jumat, 11 September 2026. Kebijakan ini diambil karena kualitas udara dinilai belum aman untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

 

Andra mengatakan Pemprov Banten masih terus memantau perkembangan aktivitas gunung serta pergerakan abu vulkanik.

 

“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” kata Andra.

 

Berdasarkan hasil peninjauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, aktivitas erupsi disebut mulai menurun. Meski demikian, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga atau Level III sejak 2 Juli 2026.

 

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, mengatakan erupsi masih berlangsung dengan tipe strombolian.

 

Aktivitas tersebut masih berpotensi melontarkan material vulkanik hingga lebih dari dua kilometer.

 

“Selain abu vulkanik, erupsi ini juga melontarkan batuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius 3 kilometer. Kepada wisatawan atau siapa pun, saya imbau untuk tetap menjauh dari radius bahaya,” tegas Nugraha.

 

Pemprov Banten juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), termasuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Berita Terkait

APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun
Reaktor Riset Nuklir Serpong Krisis, Stok Bahan Bakar Habis
Cegah Keracunan MBG, Dapur Baru di Tangsel Tak Akan Dapat Izin Tanpa Sertifikat Higienis
Kasus Dugaan Pelecehan Guru dan P3K Dindikbud Tangsel Berakhir Damai
Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Hari Ketiga Pencarian Diperluas
Siswa di Tangsel Mulai Belajar Tatap Muka, Aktivitas Luar Ruangan Tidak Diperbolehkan
ISPA di Tangsel Tembus 148 Ribu Kasus, Terbaru Naik Hampir 20 Persen
Deviden Bank BJB Turun, Pemkot Tangsel Malah Mau Tambah Saham

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:10 WIB

APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun

Kamis, 10 September 2026 - 18:54 WIB

Reaktor Riset Nuklir Serpong Krisis, Stok Bahan Bakar Habis

Kamis, 10 September 2026 - 16:01 WIB

Cegah Keracunan MBG, Dapur Baru di Tangsel Tak Akan Dapat Izin Tanpa Sertifikat Higienis

Kamis, 10 September 2026 - 15:11 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Guru dan P3K Dindikbud Tangsel Berakhir Damai

Kamis, 10 September 2026 - 14:56 WIB

Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Hari Ketiga Pencarian Diperluas

Berita Terbaru

Info Banten

APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:10 WIB

Info Banten

Reaktor Riset Nuklir Serpong Krisis, Stok Bahan Bakar Habis

Kamis, 10 Sep 2026 - 18:54 WIB