HARIANBANTEN.COM – Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, menghadapi persoalan pasokan bahan bakar nuklir.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mencatat, reaktor riset tersebut melakukan penyesuaian operasi karena tidak mendapatkan pasokan bahan bakar nuklir baru yang sebelumnya biasa dipasok PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam laporan pengawasannya, BAPETEN menyebut penyesuaian operasi dilakukan untuk memperpanjang masa operasi sekaligus mencegah bahan bakar yang tersedia cepat habis.
“Reaktor RSG GAS melakukan penyesuaian operasi, karena tidak ada pasokan bahan bakar nuklir yang baru yang biasa dipasok oleh PT INUKI,” tulis BAPETEN dalam laporan pengawasan tersebut.
Persoalan ini muncul setelah PT INUKI tidak lagi bergerak dalam usaha industri fabrikasi bahan bakar nuklir. Kondisi tersebut berdampak pada tidak adanya pasokan bahan bakar baru untuk RSG-GAS.
RSG-GAS sendiri merupakan reaktor riset yang berada di kawasan nuklir Serpong dan digunakan untuk kegiatan penelitian serta pemanfaatan teknologi nuklir.
Baca Juga:
Cegah Keracunan MBG, Dapur Baru di Tangsel Tak Akan Dapat Izin Tanpa Sertifikat Higienis
Kasus Dugaan Pelecehan Guru dan P3K Dindikbud Tangsel Berakhir Damai
Di sisi lain, keberadaan bahan nuklir di PT INUKI juga menjadi perhatian BAPETEN. Pemerintah kini tengah mendorong penyelesaian persoalan fasilitas dan aset INUKI agar keberlanjutan teknologi serta kebutuhan bahan bakar reaktor riset nasional dapat terjamin.








