HARIANBANTEN.COM – Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Republik Indonesia mengajak mahasiswa ikut mengawasi pelaksanaan program pembangunan pemerintah agar berjalan sesuai sasaran dan terhindar dari praktik korupsi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappisus RI, Aris Marsudiyanto, seusai menghadiri kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (23/9).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aris mengatakan, pengawasan terhadap pembangunan penting dilakukan untuk memastikan program yang telah direncanakan dapat terlaksana sesuai target serta tidak disalahgunakan.
“Bagaimana kita mengawasi pembangunan-pembangunan itu berjalan dengan baik, sampai sasaran, tidak ada yang korupsi, tidak dimanipulasi. Sehingga program yang dilaksanakan oleh seluruh Kementerian itu benar-benar bisa menghasilkan seperti apa yang diinginkan oleh pemerintah,” kata Aris.
Selain mendorong mahasiswa terlibat dalam pengawasan pembangunan, Aris juga mengingatkan pentingnya meningkatkan daya saing sumber daya manusia.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus memiliki peran penting dalam melanjutkan pembangunan bangsa.
Baca Juga:
Sambut Kehadiran iPhone 18, AUKEY Perkenalkan Aivyo Swift, Lini Smart Wall Charger
BRIN-Rosatom Kerjasama Pengembangan Nuklir Damai untuk Bidang Pangan, Kesehatan hingga Industri
“Ini sangat penting ya untuk pembangunan sumber daya manusia. Karena apa, kita harus fokus terhadap pembangunan sumber daya manusia supaya bisa mengejar ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain,” tuturnya.
“Supaya kita bisa buat pesawat, buat satelit, buat mobil, laptop dan yang lain-lain. Oleh sebab itu saya hadir di acara mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah ini, saya berikan bekal kepada Tunas Bangsa ini supaya menjadi sumber daya manusia ya yang bisa untuk melanjutkan pembangunan,“ lanjutnya.
Aris menambahkan, Bappisus juga membuka ruang bagi civitas akademika untuk ikut memberikan masukan sekaligus mengawasi pelaksanaan program pemerintah.
Baca Juga:
Tukin ASN Banten Dipangkas Jadi 13 Bulan, Bagaimana Nasib PPPK?
Trinasolar Pasok Panel Surya untuk PLTS 25 MWp Bugallon di Filipina
Ia mencontohkan, pihaknya beberapa waktu lalu telah bertemu dengan rektor dari 20 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk menerima berbagai masukan terkait pembangunan.
“Para rektor mengumpulkan proposal-proposal yang akan diberikan, saran-saran, masukan, kepada pemerintah untuk pembangunan. Itulah cara-cara yang akademis ya, yang kita harapkan seperti itu, jadi tidak dilampiaskan dengan cara-cara yang di luar cara-cara akademis,” pungkasnya.










