HARIANBANTEN.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menyiapkan transformasi Area Traffic Control System (ATCS) menuju Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS) untuk meningkatkan efektivitas pengendalian lalu lintas berbasis teknologi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan, transformasi tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lalu lintas melalui sistem yang lebih terintegrasi.
“Transformasi ATCS menuju ITTS merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lalu lintas di Kota Tangerang Selatan,” kata Ayep, Jumat, 29 Oktober 2026.
Baca Juga:
Pemkot Tangsel Didorong Ambil Alih Aset PDAM Serpong, BUMD PITS Sanggup Mengelola
Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Akhirnya Bikin Laporan Polisi
Toleransi Nol Terhadap Pembakaran: RSPO Memperkuat Standar Ketat Tanpa Pembakaran
Saat ini, Dishub Tangsel tengah melakukan relokasi dan revitalisasi ATCS, meliputi penataan ruang kendali, optimalisasi jaringan komunikasi, serta peningkatan kesiapan perangkat yang telah tersedia.
“Melalui pengembangan sistem yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi, kami berharap pemantauan serta pengendalian lalu lintas dapat dilakukan secara lebih efektif, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga:
Pembenahan tersebut menjadi fondasi awal pengembangan ITTS agar sistem pengendalian lalu lintas dapat ditingkatkan secara bertahap dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang memadai.
Sistem ATCS Tangsel saat ini mencakup lima titik, yakni Simpang Gading Serpong, Bundaran Alam Sutera, Simpang German Center, Simpang Muncul, dan Bundaran Maruga.
Dalam pelaksanaannya, pengendalian lalu lintas masih cenderung reaktif. Petugas melakukan pemantauan dan intervensi ketika terjadi kepadatan kendaraan atau gangguan lalu lintas.
Baca Juga:
Sopir Taksi Online Dibegal di Tangerang, Kepala Dibacok, Mobil Dibawa Kabur
Sudah 18 Tahun, Aset PDAM Serpong Masih Jadi Polemik! DPRD Desak Pemkot Bergerak
Tak Hanya Serpong Lagoon, DPRD Minta PITS Juga Kelola Air Perumahan
“Melalui pengembangan ITTS, Dishub Tangsel ingin mendorong pemanfaatan data secara real-time agar pemantauan kondisi lalu lintas lebih terkoordinasi dan potensi kepadatan dapat diketahui lebih dini,” tuturnya.
Di samping itu, untuk menuju ke capaian yang diharapkan, tetap diperlukan adanya support pendanaan serta pemenuhan target RPJMD 2026-2030 yaitu dengan penambahan lima lokasi ATCS.
Sementara Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, menjelaskan, bahwa pengembangan ITTS diarahkan pada integrasi perangkat dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan di lapangan.
“Pengembangan ITTS diarahkan untuk mendorong pengendalian lalu lintas yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga semakin mengedepankan pemanfaatan data secara real-time. Ke depan, integrasi CCTV, APILL, serta teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi kepadatan lebih dini dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sesuai kondisi di lapangan,” jelas Martha.
Untuk merealisasikan pengembangan tersebut, Dishub Tangsel berkolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Relokasi dan revitalisasi ruang kendali ATCS dilakukan bersama Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangsel. Sementara itu, penataan jaringan komunikasi, optimalisasi infrastruktur server, dan konektivitas perangkat eksisting dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel.
“Melalui transformasi ini, pengelolaan lalu lintas di Tangsel diharapkan semakin terintegrasi dengan dukungan teknologi, sehingga petugas dapat memantau kondisi jalan dan menentukan langkah penanganan secara lebih tepat,” pungkasnya.












