HARIANBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalisir potensi terjadinya kebakaran di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Cipeucang.
Kepala UPTD TPA Cipeucang, Desna Gera Andika menjelaskan, langkah antisipasi yang dilakukan yaitu dengan mengurug tumpukan sampah menggunakan tanah merah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita menggunakan tanah merah untuk bahan tutupannya, karena hanya tanah merah yang diatur dan diperbolehkan untuk menjadi lahan tutup di TPA yang diatur dalam Permen PU,” kata Desna ketika dihubungi, Sabtu, 12 September 2026.
Ia menyebut, landfill satu dan dua sudah seluruhnya diurug menggunakan tanah, sementara landfill tiga masih sekitar 70 persen.
Baca Juga:
Melawan Saat Ditangkap, Maling Motor di Tangerang Ditembak Polisi
Pemkot Tangsel Luncurkan Datara, Masyarakat Bisa Cek Status Bansos
Organisasi Pers di Tangsel Gelar Doa Untuk 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau
“Kalau untuk pengurugannya kita menggunakan pengurugan yang diatur dalam Permen PU ya, kita terasering dan kita lakukan penutupan tanah merah dengan ketebalan 20 cm,” ungkapnya.
Sekain mengurug tanah, UPTD Cipeucang juga rutin melakukan penyemprotan untuk menghindari potensi kebakaran.
Baca Juga:
35 Napi High Risk dari Lapas Banten Dipindah ke Nusakambangan
ISB Rayakan 25 Tahun dengan Beasiswa 100% bagi Calon Peserta PGP Internasional
Penyemprotan dilakukan menggunakan drone hingga mobil operasional yang bersiaga di sekitar TPA.
“Kita rutin melakukan penyemprotan, pagi itu kita menggunakan drone dua kali, sore menggunakan drone dua kali jadi total menggunakan drone itu empat kali dengan kapasitas per penerbangannya itu sekitar 16 liter,” terangnya.
“Ditambah setiap siang kami melakukan penyemprotan dengan mobil tangki air kami pribadi, kami di UPT punya fasilitas mobil tangki jadi setiap siang kita kita lakukan penyiraman sekitaran landfill,” lanjutnya
Baca Juga:
Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut
Menutup Kesenjangan Literasi Digital Berpotensi Mendorong PDB Global hingga Triliunan Dolar
Eks Rektor UIN Jakarta Dipanggil Kejati Banten, Mahasiswa Geruduk Rektorat
Untuk menjangkau tumpukan sampah yang berada di kejauhan, UPTD menggandeng Damkar Tangsel untuk melakukan penyemprotan. Penyemprotan dijadwalkan seminggu sekali yaitu setiap hari Rabu.
“Jadi satu Minggu satu kali kita dibantu oleh Damkar untuk menjangkau keseluruhan landfill l, karena pada saat penyemprotan rutin setiap hari menggunakan mobil tangki kita, mobil tangki kita bertekanan rendah. jadi kita butuh mobil bantuan mobil Damkar,” pungkasnya.










