Bappisus Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah, Agar Tidak Dikorupsi

- Pewarta

Rabu, 23 September 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Republik Indonesia mengajak mahasiswa ikut mengawasi pelaksanaan program pembangunan pemerintah agar berjalan sesuai sasaran dan terhindar dari praktik korupsi.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappisus RI, Aris Marsudiyanto, seusai menghadiri kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (23/9).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Aris mengatakan, pengawasan terhadap pembangunan penting dilakukan untuk memastikan program yang telah direncanakan dapat terlaksana sesuai target serta tidak disalahgunakan.

 

“Bagaimana kita mengawasi pembangunan-pembangunan itu berjalan dengan baik, sampai sasaran, tidak ada yang korupsi, tidak dimanipulasi. Sehingga program yang dilaksanakan oleh seluruh Kementerian itu benar-benar bisa menghasilkan seperti apa yang diinginkan oleh pemerintah,” kata Aris.

 

Selain mendorong mahasiswa terlibat dalam pengawasan pembangunan, Aris juga mengingatkan pentingnya meningkatkan daya saing sumber daya manusia.

 

Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus memiliki peran penting dalam melanjutkan pembangunan bangsa.

 

“Ini sangat penting ya untuk pembangunan sumber daya manusia. Karena apa, kita harus fokus terhadap pembangunan sumber daya manusia supaya bisa mengejar ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain,” tuturnya.

 

“Supaya kita bisa buat pesawat, buat satelit, buat mobil, laptop dan yang lain-lain. Oleh sebab itu saya hadir di acara mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah ini, saya berikan bekal kepada Tunas Bangsa ini supaya menjadi sumber daya manusia ya yang bisa untuk melanjutkan pembangunan,“ lanjutnya.

 

Aris menambahkan, Bappisus juga membuka ruang bagi civitas akademika untuk ikut memberikan masukan sekaligus mengawasi pelaksanaan program pemerintah.

 

Ia mencontohkan, pihaknya beberapa waktu lalu telah bertemu dengan rektor dari 20 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk menerima berbagai masukan terkait pembangunan.

 

“Para rektor mengumpulkan proposal-proposal yang akan diberikan, saran-saran, masukan, kepada pemerintah untuk pembangunan. Itulah cara-cara yang akademis ya, yang kita harapkan seperti itu, jadi tidak dilampiaskan dengan cara-cara yang di luar cara-cara akademis,” pungkasnya.

Berita Terkait

55 PNS Ucap Sumpah Jabatan, Walikota Tangsel Wanti-Wanti Soal Judol
Mundur Dari Kepala Dispora Tangsel, Mukroni Kini Jadi staf di BKPSDM
Korban Dugaan Pelecehan di ICM Lebih Dari Satu
Viral Konser Orchestra Experience di BSD Batal Mendadak, Penonton Lapor Polisi
Polisi Temukan Surat Wasiat di Motor Pria yang Ditemukan Tewas di Kali Sasak Ciputat
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Sasak Ciputat, Warga Sempat Lihat Korban Pesta Miras
Temuan Penyakit Influenza A di Tangsel Capai 256 Kasus
Wakil Walikota Tangsel Ungkap Alasan Utama Kepala Dispora Mundur

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:41 WIB

55 PNS Ucap Sumpah Jabatan, Walikota Tangsel Wanti-Wanti Soal Judol

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Mundur Dari Kepala Dispora Tangsel, Mukroni Kini Jadi staf di BKPSDM

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Korban Dugaan Pelecehan di ICM Lebih Dari Satu

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Viral Konser Orchestra Experience di BSD Batal Mendadak, Penonton Lapor Polisi

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Polisi Temukan Surat Wasiat di Motor Pria yang Ditemukan Tewas di Kali Sasak Ciputat

Berita Terbaru

Info Banten

Korban Dugaan Pelecehan di ICM Lebih Dari Satu

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB