Belanja Pegawai Tangsel Tembus Rp1,59 Triliun, 31 Persen APBD-P Habis untuk Gaji

- Pewarta

Jumat, 4 Juli 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Tangsel Benyamin Davnie Menyerahkan Nota Keuangan APBD Perubahan 2025 Kepada DPRD Tangsel

Walikota Tangsel Benyamin Davnie Menyerahkan Nota Keuangan APBD Perubahan 2025 Kepada DPRD Tangsel

Harian Banten – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengumumkan adanya peningkatan pada struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, dalam pidato pengantar APBD-P menyampaikan bahwa total belanja daerah mengalami kenaikan sebesar Rp13,7 miliar, dari semula Rp4,995 triliun menjadi Rp5,008 triliun.

“Belanja Daerah, semula dianggarkan Rp4.995.116.023.170,00 bertambah sebesar Rp13.726.040.341,00  menjadi sebesar Rp5.008.842.063.511,00 (lima triliun delapan miliar delapan ratus empat puluh dua juta enam puluh tiga ribu lima ratus sebelas rupiah) atau mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen,” ujar Benyamin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, perhatian publik justru tertuju pada salah satu pos utama belanja, yakni belanja pegawai. Dalam APBD-P 2025, belanja pegawai naik tajam sebesar Rp135,69 miliar, dari sebelumnya Rp1,459 triliun menjadi Rp1,594 triliun, atau naik sebesar 9,30 persen.

“Belanja Pegawai, semula dianggarkan Rp1.459.054.045.015,87 bertambah sebesar Rp135.690.371.320,21  menjadi sebesar Rp1.594.744.416.336,08 (satu triliun lima ratus sembilan puluh empat miliar tujuh ratus empat puluh empat juta empat ratus enam belas ribu tiga ratus tiga puluh enam rupiah delapan sen),” jelas Benyamin.

Dengan jumlah tersebut, belanja pegawai kini menyedot sekitar 31,85 persen dari total APBD-P Tangsel 2025. Lonjakan ini disebutkan berkaitan erat dengan pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru diangkat.

Kondisi ini memicu perhatian dari sejumlah kalangan, karena tingginya belanja pegawai dapat mempersempit ruang fiskal bagi pembangunan dan pelayanan publik lainnya di Tangsel. Meskipun porsi belanja pegawai masih berada dalam kisaran rata-rata nasional (25–35 persen), angka hampir 32 persen dinilai cukup tinggi dan perlu diantisipasi agar tidak membebani keuangan daerah dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Mayat Sudah Membusuk Gegerkan Warga Ciputat Timur
Rumah Warga di Pamulang Disatroni Maling Siang Hari, Perhiasan Hingga Motor Raib Digasak
Gelapkan Uang Majikan Rp25 Juta, Sopir di Serpong Ditangkap Polisi
Polisi Tangkap 7 Tersangka Pembunuhan TNI AD di Tangerang, 2 Orang Masih Diburu
Motif Pembunuhan Anggota TNI AD di Tangerang Dipicu Rebutan Pesanan Sate Taichan
Heboh! Warga Rawa Buntu Tolak Kantor Kelurahan Dipindah, Singgung Sejarah 80 Tahun
Membangun Jembatan Lintas Negara: Mahasiswa BBK International 8 Ikuti Pertukaran Budaya dengan Ueno High School Jepang
Marak Kasus Kekerasan Anak, Fraksi PDIP DPRD Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rumah Warga di Pamulang Disatroni Maling Siang Hari, Perhiasan Hingga Motor Raib Digasak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gelapkan Uang Majikan Rp25 Juta, Sopir di Serpong Ditangkap Polisi

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:46 WIB

Polisi Tangkap 7 Tersangka Pembunuhan TNI AD di Tangerang, 2 Orang Masih Diburu

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:43 WIB

Motif Pembunuhan Anggota TNI AD di Tangerang Dipicu Rebutan Pesanan Sate Taichan

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:42 WIB

Heboh! Warga Rawa Buntu Tolak Kantor Kelurahan Dipindah, Singgung Sejarah 80 Tahun

Berita Terbaru