Harian Banten -Program Sekolah Rakyat (SR) tingkat menengah atas milik Kementerian Sosial (Kemensos) yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga kini belum juga beroperasi.
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Dicky Hardiana mengungkapkan, gedung SR Tangsel saat ini masih dalam tahap renovasi. Namun, ia memastikan proses tersebut akan rampung dan sekolah mulai beroperasi pada pertengahan bulan ini.
“Insya Allah tanggal 15 (Agustus 2025) informasi yang saya terima, mudah-mudahan sesuai rencana. Tinggal nunggu selesai renovasi,” ujar Dicky saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/8/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
SR Tangsel disebut telah menampung 150 siswa yang dibagi ke dalam enam rombongan belajar (rombel). Seluruh siswa tersebut merupakan hasil pendataan dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), dan termasuk dalam kategori masyarakat miskin ekstrem.
“Untuk siswa sudah ada, jadi nanti kalau sudah rampung, mereka akan dipanggil,” ujarnya.
Berbeda dengan SR Tangsel, Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak telah lebih dahulu beroperasi. SR Lebak menampung 100 siswa dalam empat rombel, karena bangunannya telah selesai sejak tahap pertama pembangunan.
“Kalau di Tangsel itu masuk kategori 1B tahap 2, kalau di Lebak tahap 1 sudah beroperasi kemarin,” jelas Dicky.
Baca Juga:
Satpam Dapur MBG di Ciputat Curi Ribuan Ompreng, Diduga Buat Beli Narkoba
Terungkap! Ini Alasan Kantor Kelurahan Rawa Buntu Dipindah
HNS 2026 | Huawei Luncurkan Solusi Xinghe AI Campus Terbaru untuk Afrika Bagian Selatan
Adapun penempatan siswa di dua wilayah tersebut juga dibedakan. SR Lebak hanya diperuntukkan bagi masyarakat setempat, sementara SR Tangsel akan menampung siswa dari tujuh kabupaten/kota lain di Provinsi Banten yang belum memiliki SR.
“Yang diusulkan untuk tahap 1B itu ada dua, satu dari Pemprov dan satu dari Pemda Lebak. Yang Lebak khusus untuk masyarakat Lebak, kalau yang dari Pemprov kami ambil dari tujuh kabupaten/kota, cuma lokasi sekolahnya di Tangsel,” terangnya.
Terkait tenaga pendidik, Dicky menyebut seluruh guru untuk dua sekolah tersebut telah disiapkan. Proses rekrutmen dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.
“Gurunya itu dari Pemprov juga. Proses seleksinya dilakukan oleh Dindik,” pungkasnya.
Baca Juga:
Wagub Banten: APBD Kabupaten Tangerang Hampir Lampaui APBD Provinsi
Kapolres Tangsel Bantah Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkoba







