HARIANBANTEN.COM – Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin meluas. Dari yang sebelumnya hanya terjadi di Kecamatan Setu, kini beberapa warga Kecamatan Serpong juga mulai kesulitan air bersih.
Berdasarkan catatan terbaru BPBD Tangsel, kekeringan kini telah mencapai 10 titik yang tersebar di dua Kecamatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terdapat 10 titik kekeringan. 9 titik di kelurahan keranggan, Kecamatan Setu, satu titik di Kelurahan Serpong, Kecamatan serpong,” kata Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, Ketika dikonfirmasi, Kamis, 6 Agustus 2026.
Essa menjelaskan, kekeringan itu disebabkan karena saat ini telah memasuki musim kemarau panjang sehingga tidak ada curah hujan turun dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi itu membuat beberapa wilayah yang letak geografisnya berada di dataran tinggi membuat cadangan air habis.
“Selain itu juga, sebagian besar warga setempat masih mengandalkan sumur gali atau sumur dangkal yang langsung berdampak ketika permukaan air tanah turun,” tuturnya.
Baca Juga:
GOVWARE 2026 HADIRKAN PEMIMPIN KEAMANAN SIBER GLOBAL DI TENGAH PERKEMBANGAN AGENTIC AI
Furniture China dan Maison Shanghai 2026 Sukses Besar di Pudong, Shanghai
Dari total 10 titik kekeringan tersebut. sebanyak 222 Kepala Keluarga (KK) terdampak kesulitan air bersih.
Essa mengungkapkan, Pemkot Tangsel melalui BPBD dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) hingga saat ini masih terus mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak.
Hingga Selasa (4/8), tercatat sudah 206.050 liter air bersih didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Baca Juga:
ADVAN dan bolttech bermitra meluncurkan ADP Protection untuk pelanggan AIR NEO
DPRD Tangsel Sarankan Ada Aturan Khusus Batasi Kedekatan di Lingkungan Pendidikan
Ujicoba Hari Pertama Rekayasa Lalin di Serpong, Sejumlah Pemotor Masih Nekat Lawan Arah
“Sampai dengan 4 Agustus 2026 sudah sebanyak 206.050 liter terdistribusikan,” ungkapnya.
Di samping itu, Essa pun menghimbau kepada masyarakat untuk lebih menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau. Apalagi, musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kami himbau untuk menghemat penggunaan air bersih karena diprediksi kemarau kali ini lebih panjang dan lebih kering di banding musim kemarau yg pernah terjadi,” terangnya.
“Selain itu diharapkan segera melapor ke unsur kewilayahan melaui RT, RW dan Lurah atau bisa melalui layanan darurat 112 ketika terjadi kekurangan air bersih sehingga Pemkot Tangsel bisa dengan cepat merespon dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih,” pungkasnya.











