HARIANBANTEN.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan penataan sebagian kawasan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), khususnya pada koridor Pamulang hingga Serpong.
Rencana itu disampaikan Kementerian PU dalam Kick-Off Meeting Penyusunan Rencana Pengembangan dan Evaluasi Kebermanfaatan Infrastruktur PU Kawasan Perkotaan Tangsel di Gedung Galeri Koperasi, Serpong, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Team Leader Badan Pengembang Infrastruktur Wilayah Kementerian PU, Isro Saputra mengatakan, tahap awal penataan dilakukan melalui kajian untuk menentukan rencana pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan Kota Tangsel.
“Hari ini kita kick off meeting terkait dengan kegiatan penyusunan rencana pengembangan infrastruktur di Kota Tangerang Selatan,” kata Isro kepada wartawan.
Baca Juga:
China Dental Show 2026 Hadirkan Inovasi Kedokteran Gigi yang Lebih Cerdas
LX Pantos Perkuat Komitmen ESG Global melalui Laporan Keberlanjutan 2026
Menurutnya, kawasan yang menjadi fokus penataan meliputi Kecamatan Pamulang, Setu hingga Serpong.
Wilayah tersebut diprioritaskan lantaran dinilai masih berkembang secara sporadis. Kondisi itu berbeda dengan sejumlah kecamatan lain yang dinilai telah tertata karena pengembangannya banyak dikelola pihak swasta.
Baca Juga:
“Sedangkan untuk di koridor Pamulang itu yaitu masih berkembang dengan sporadis. Sehingga memang intervensi pemerintah itu perlu, sangat perlu dalam penataan koridor itu,” tuturnya.
Isro mengatakan, penataan kawasan Tangsel penting dilakukan mengingat kota bermotto Cerdas, Modern, Religius tersebut merupakan salah satu daerah penyangga Jakarta sebagai kawasan metropolitan.
Dalam prosesnya, Kementerian PU bersama pemerintah provinsi dan Pemkot Tangsel akan memetakan sejumlah persoalan mendasar di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Serpong Jadi Wilayah dengan Angka Stunting Terbanyak di Tangsel, 60 Anak Dapat Intervensi
ThinkPalm dan Singapore Polytechnic Kembangkan IIoT Berkelanjutan bagi UKM dan Perusahaan Rintisan
Dari Kertas Xuan hingga Desa Xidi, Rombongan Diplomat Menjelajahi Warisan Budaya Anhui
Permasalahan yang menjadi perhatian antara lain kemacetan, banjir, pengelolaan sampah hingga sanitasi.
“Misalnya kaitan dengan kemacetan di situ, kaitan dengan banjir, kaitan dengan pengelolaan persampahan, kaitan dengan sanitasi,” ungkapnya.
Saat ini, Kementerian PU bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkot Tangsel masih melakukan observasi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan.
Hasil observasi tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan analisis, penyusunan, hingga perancangan penataan kawasan.
Dengan demikian, hasil akhirnya tidak hanya berupa kajian dan rekomendasi, tetapi juga rancangan dasar atau basic design pengembangan kawasan.
“Setelah observasi akan ada analisis, akan ada penyusunan dan perancangan. Jadi keluarannya tidak hanya studi keluar, rekomendasi, tidak. Tapi kita merancang. Jadi kayak basic design istilahnya,” pungkasnya.












