KNPI Tangsel Minta Perubahan di Dispora, Mukroni Diminta Tak Abaikan Kritik

- Pewarta

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – DPD KNPI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) yang baru, H. Mukroni, segera melakukan pembenahan serta merespons berbagai kritik yang selama ini berkembang di kalangan organisasi kepemudaan.

 

Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Tangsel, Miftahun Najah menegaskan, pergantian pimpinan di Dispora tidak boleh hanya menjadi pergantian jabatan tanpa perubahan pola kerja dan kemitraan dengan organisasi kepemudaan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, kritik yang disampaikan KNPI merupakan akumulasi kekecewaan sejumlah organisasi kepemudaan yang merasa belum dilibatkan secara optimal dalam pembangunan kepemudaan di Kota Tangsel.

 

“Jangan sampai yang berubah hanya nama kepala dinasnya, sementara pola lama yang tertutup, minim komunikasi, dan tidak melibatkan organisasi kepemudaan tetap dipertahankan. Pemuda butuh tindakan nyata, bukan sekadar pergantian jabatan,” kata Miftah, Rabu, 17 Juni 2026.

 

Ia menilai Mukroni perlu segera menunjukkan komitmennya terhadap pemuda dengan menindaklanjuti berbagai masukan yang telah disampaikan KNPI.

 

Salah satunya yaitu terkait minimnya pelibatan organisasi kepemudaan dalam program Dispora serta tuntutan transparansi pengelolaan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.

 

“Kalau Kadispora baru memilih diam terhadap kritik yang berkembang, maka publik akan menilai tidak ada yang berubah. Seorang pemimpin tidak boleh alergi kritik dan tidak boleh menjadi pejabat yang kuping tebal. Justru kritik harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja institusi,” ujarnya.

 

Miftah menegaskan KNPI tidak sedang mencari konflik dengan pemerintah daerah. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki fungsi kontrol sosial untuk memastikan kebijakan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada kepentingan pemuda.

 

Ia juga menyoroti berbagai keluhan yang berkembang terkait tata kelola program kepemudaan dan olahraga yang dinilai belum transparan serta belum memberikan ruang yang cukup bagi organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis pemerintah.

 

“Jangan sampai Dispora hanya sibuk menjalankan kegiatan administratif, sementara substansi pembangunan kepemudaan diabaikan. Organisasi kepemudaan bukan pelengkap laporan kegiatan dan bukan sekadar objek undangan. Mereka harus dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program,” katanya.

 

Miftah menilai Kepala Dispora yang baru perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada sekaligus membuka ruang dialog dengan seluruh elemen kepemudaan. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang selama ini dikeluhkan tidak terus berulang.

 

“Kami mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap Dispora tidak dibangun melalui pencitraan, melainkan melalui transparansi, keberanian melakukan pembenahan, dan kesediaan mendengar kritik. H. Mukroni memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa Dispora benar-benar hadir untuk pemuda, bukan hanya untuk kepentingan segelintir kelompok birokrasi,” tegasnya.

 

Ia memastikan KNPI akan terus mengawal kebijakan kepemudaan serta mendorong agar seluruh program yang menggunakan anggaran publik dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

 

“Pemuda tidak akan diam ketika ruang partisipasi dipersempit. Kami akan terus menyuarakan kritik dan masukan demi memastikan pembangunan kepemudaan di Tangerang Selatan berjalan sesuai harapan masyarakat. Kadispora yang baru harus memilih, menjadi bagian dari solusi atau mempertahankan persoalan yang selama ini dikeluhkan pemuda,” pungkasnya.

 

Sementara Kepala Dispora Tangsel, Mukroni mengaku menghargai kritik dari pihak KNPI Tangsel.

 

Menurutnya KNPI sebagai organisasi pemuda pasti memiliki kritik maupun inovasi untuk perkembangan pemuda.

 

“Pada prinsipnya kami menghargai teman-teman KNPI yang tentu sebagai pemuda mempunyai pemikiran-pemikiran kritis terhadap berbagai hal,” katanya.

 

Ia sendiri mengaku baru menjabat sebagai kepala Dispora kurang lebih 60 hari, kendati demikian ia memastikan akan mempelajari seluruh tuntutan maupun kritik KNPI.

 

“Saya kebetulan baru bertugas selama ya 60 hari ini, sedang mendalami dan mempelajari apa yang menjadi permasalahan-permasalahan urgent yang tentu menjadi PR kami di Dispora untuk bisa melakukan perubahan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Operasi Berantas Jaya 2026: Polres Tangsel Tangkap 70 Tersangka Curanmor
Aly Taufik di Hadapan Fatayat NU Tangsel: PKB Punya Tugas Besar Membersamai NU
Sering Dilanda Kekeringan, Warga Keranggan Tangsel Minta Dibuatkan Sumur Bor
KLH Segel Pabrik Pengolahan Aluminium Ilegal di Kabupaten Tangerang
16 Tahun Menunggu, Masyarakat Kasepuhan Lebak Titip Harapan ke Ahmad Fauzi: Sahkan RUU Masyarakat Adat Tahun Ini
Tukar Pelat Nomor demi Curi Motor di PIK 2, RR Akhirnya Dibekuk Polisi
Febrie Adriansyah Tunjuk Hotman Paris Jadi Pengacaranya
Diduga Disegel Vendor, Belasan Ruang Kelas di Kampus Untirta Lumpuh

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:45 WIB

Operasi Berantas Jaya 2026: Polres Tangsel Tangkap 70 Tersangka Curanmor

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:13 WIB

Aly Taufik di Hadapan Fatayat NU Tangsel: PKB Punya Tugas Besar Membersamai NU

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:02 WIB

Sering Dilanda Kekeringan, Warga Keranggan Tangsel Minta Dibuatkan Sumur Bor

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:13 WIB

KLH Segel Pabrik Pengolahan Aluminium Ilegal di Kabupaten Tangerang

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:47 WIB

16 Tahun Menunggu, Masyarakat Kasepuhan Lebak Titip Harapan ke Ahmad Fauzi: Sahkan RUU Masyarakat Adat Tahun Ini

Berita Terbaru