HARIANBANTEN.COM – Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami peningkatan selama musim panas berkepanjangan beberapa waktu belakangan ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar mengatakan, peningkatan itu diketahui berdasarkan pantauan di laman Sistem Kewaspadaan Dini dan Respond (SKDR).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kasus mingguan yang dipantau melalui SKDR ISPA ada kenaikan,” kata Alin ketika dikonfirmasi, Jumat, 7 Agustus 2026.
Berdasarkan data yang diterima HarianBanten, hingga Minggu ke-30 2026 total ada 124.688 penderita ISPA di Kota Tangsel.
Baca Juga:
Target Juli Meleset, Pembebasan Lahan TPA Cipeucang Kini Ditargetkan Rampung Desember 2026
Warung Madura di Ciputat Kebakaran, Kerugian Capai Rp150 Juta
Pada Minggu ke-27 penderita ISPA di Kota Tangsel tercatat ada 3.028, memasuki Minggu ke-28 mengalami lonjakan hingga mencapai 4.316, sementara Minggu ke-29 mencapai 3.832, sedangkan Minggu ke-30 mencapai 4.591.
Alin pun minta masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan selama cuaca panas dan musim kemarau serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna melindungi kesehatan.
Baca Juga:
Huawei Jadi Mitra bagi Ajang GSMA M360 ASEAN 2026
Kekeringan di Tangsel Meluas Hingga Kecamatan Serpong, 222 KK Krisis Air Bersih
“Paparan suhu udara yang tinggi dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas,hingga heat stroke yang merupakan kondisi kegawatdaruratan medis dan memerlukan penanganan segera,” tuturnya.
Ia menjelaskan terdapat beberapa tanda-tanda gejala gangguan kesehatan akibat cuaca panas, diantaranya keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar atau denyut nadi lebih cepat, kulit terlihat pucat, kram pada kaki maupun perut,mual, muntah, dan pusing, serta frekuensi buang air kecil berkurang dengan warna urin kuning pekat.
“Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terus memperkuat kewaspadaan melalui SKDR untuk memantau potensi peningkatan penyakit akibat cuaca panas dan musim kemarau, seperti ISPA, diare akut, dan DBD,” ungkapnya.
Baca Juga:
Viral! Pria di Bintaro Diduga Rekam Bawah Rok Perempuan Pakai Kamera Tersembunyi di Sandal
Fair Finance Asia Desak Perbankan Hentikan Pendanaan untuk Sektor Batu Bara di ASEAN
“Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala akibat cuaca panas yang tidak kunjung membaik,” pungkasnya.









