Wagub Banten Ngamuk! Sindir Proyek ‘Boga Aing’ dan Tekanan dari Luar ke Panitia Tender

- Pewarta

Minggu, 15 Juni 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dimyati usai memimpin Rapat bersama Biro Pengadaan Barang/Jasa dan LPSE Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang

Dimyati usai memimpin Rapat bersama Biro Pengadaan Barang/Jasa dan LPSE Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang

Serang – Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan di Provinsi Banten dengan menekankan pentingnya tata kelola yang bersih dan transparan dalam setiap tahapan pembangunan. Hal ini disampaikannya usai memimpin rapat bersama Biro Pengadaan Barang/Jasa dan LPSE Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (12/6/2025).

Dimyati menyebutkan, ada tujuh aspek krusial yang harus diperhatikan dalam pembangunan, yakni perencanaan, penganggaran, pengadaan, pelaksanaan, pengawasan, pemeriksaan, dan penindakan. Terutama dalam hal pengadaan barang dan jasa, prosesnya harus dijalankan secara terbuka, transparan, dan akuntabel.

“Pemeriksaan dan penindakan dilakukan oleh BPK dan aparat penegak hukum. Tapi dari sisi pemerintah, kita harus pastikan lima hal lainnya berjalan baik. Saya dari awal sudah ingatkan, jangan coba-coba perencanaan dibuat atas dasar pesanan. Harus bottom-up, sesuai aspirasi masyarakat,” tegas Dimyati.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti praktik buruk dalam proses pengadaan, seperti proyek yang sudah “bernama” atau dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu sebelum tender dilakukan. Dimyati pun mengeluarkan peringatan keras agar tidak ada lagi praktik titip-menitip dan kongkalikong dalam penganggaran maupun pelaksanaan proyek.

“Jangan ada lagi proyek yang katanya milik si A, si B, bahkan panitia. Saya tidak mau dengar ada proyek yang sudah bertuan. Tidak boleh ada tekanan dari luar ke panitia. Ini seolah-olah pemerintah sedang dijajah,” tambahnya.

Komitmen ini, menurut Dimyati, merupakan bagian dari upaya mewujudkan Banten yang maju, adil, merata, dan bebas dari korupsi.

Lebih lanjut, ia mendorong agar seluruh proses pengadaan dilakukan secara terbuka, baik melalui international competitive bidding maupun local competitive bidding, sehingga menghasilkan pemenang tender yang profesional dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan LPSE, Soerjo Soebiandono, mengungkapkan bahwa anggaran pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemprov Banten untuk tahun 2025 mencapai Rp5,3 triliun, yang terdiri dari:

  • Swakelola: Rp3,2 triliun (61%)

  • Melalui penyedia: Rp2 triliun (39%)

Adapun metode pemilihan pengadaan mencakup:

  • E-Purchasing: Rp1,4 triliun (69%)

  • Pengadaan Langsung: Rp117 miliar (5,7%)

  • Penunjukan Langsung: Rp11,3 miliar (0,5%)

  • Tender Cepat: Rp200 juta (0,01%)

  • Tender Reguler: Rp335 miliar

  • Seleksi: Rp69 miliar (3,3%)

  • Pengecualian: Rp84 miliar (4,1%)

Pemprov Banten menargetkan efisiensi dan efektivitas pengadaan melalui sistem informasi digital seperti SiRUP LKPP, serta menjamin bahwa tidak ada lagi celah untuk permainan dalam proses pengadaan.

Berita Terkait

Kapal Kecelakaan Beruntun, PKB Soroti Petugas Pemeriksa Kelaikan Kapal
Konflik Situ Rompong Antara Warga dan Perusahaan, DPR RI Turun Tangan
Prabowo Copot Purbaya dari Kursi Menkeu, Suahasil Nazara Jadi Pengganti
Komisi IV DPRD Tangsel Sidak Pool Taksi di Ciater: Belum Punya PBG Tapi Ada Bangunan Fisik
Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Pohon di Pamulang Tangsel
Kabupaten Tangerang Bentuk Satgas Anti Rentenir Bagi Warga
Pabrik Mebel di Pagedangan Kebakaran, 10 Armada Dikerahkan ke Lokasi
Antisipasi Kebabakaran, TPA Cipeucang Diurug Tanah Hingga Rutin Semprot

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:29 WIB

Kapal Kecelakaan Beruntun, PKB Soroti Petugas Pemeriksa Kelaikan Kapal

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WIB

Konflik Situ Rompong Antara Warga dan Perusahaan, DPR RI Turun Tangan

Senin, 14 September 2026 - 15:59 WIB

Prabowo Copot Purbaya dari Kursi Menkeu, Suahasil Nazara Jadi Pengganti

Senin, 14 September 2026 - 14:22 WIB

Komisi IV DPRD Tangsel Sidak Pool Taksi di Ciater: Belum Punya PBG Tapi Ada Bangunan Fisik

Senin, 14 September 2026 - 08:32 WIB

Kabupaten Tangerang Bentuk Satgas Anti Rentenir Bagi Warga

Berita Terbaru

Sinar Mas Land berhasil meraih penghargaan Developer of the Year

Ekonomi

Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan Bergengsi di IPBA 2026

Senin, 14 Sep 2026 - 21:00 WIB