HARIANBANTEN – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan komitmennya untuk menutup total Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang dalam waktu secepatnya. Pernyataan ini disampaikan di tengah krisis pengelolaan sampah yang kian memuncak dan memicu keresahan warga di sejumlah wilayah.
Benyamin menyatakan, TPA Cipeucang sudah tidak memungkinkan lagi untuk terus dioperasikan karena kapasitasnya telah terlampaui dan menimbulkan dampak lingkungan serius bagi masyarakat sekitar. Pemerintah Kota Tangsel, kata dia, tidak ingin lagi mengambil risiko dengan mempertahankan sistem pengelolaan sampah lama yang dinilai sudah tidak layak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“TPA Cipeucang akan kami tutup total. Ini bukan lagi soal pilihan, tapi keharusan. Kapasitasnya sudah tidak memungkinkan dan kami harus segera mengambil langkah tegas,” ujar Benyamin Davnie, Jumat (2/1/2026).
Penegasan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemkot Tangsel tidak akan lagi mengandalkan TPA Cipeucang sebagai solusi utama pembuangan sampah, setelah bertahun-tahun mendapat penolakan warga akibat bau menyengat, pencemaran lingkungan, hingga dampak kesehatan.
Baca Juga:
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok
Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Gangguan Perpanasan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Pakai Masker
Dahua Technology Hadirkan Solusi Hunian Cerdas Terintegrasi di IFA Berlin 2026
Di sisi lain, Benyamin mengakui bahwa penutupan TPA Cipeucang bukan perkara mudah, mengingat volume sampah Tangsel yang mencapai ribuan ton per hari. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak ingin terus menunda keputusan strategis yang justru memperpanjang masalah.
“Kalau terus dipaksakan, risikonya lebih besar. Karena itu kami siapkan skema lain, termasuk kerja sama antar daerah dan solusi pengolahan sampah jangka panjang,” katanya.
Baca Juga:
Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League
Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026
Saat ini, Pemkot Tangsel telah menetapkan status darurat sampah, menyusul terganggunya proses pengangkutan sampah ke TPA. Tumpukan sampah sempat terlihat di sejumlah titik kota, memicu kritik publik dan tekanan politik terhadap pemerintah daerah.
Penutupan TPA Cipeucang juga disebut akan menjadi bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di Tangsel, termasuk penguatan pemilahan dari sumber, optimalisasi TPS3R, hingga rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern berbasis teknologi.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai janji penutupan TPA Cipeucang harus dibarengi langkah konkret dan terukur, agar krisis sampah tidak justru berpindah ke ruang publik dan permukiman warga.
Baca Juga:
55 WN Tiongkok Diduga Jadi Kuli di Proyek Smartfren Serpong, Diamankan Imigrasi
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
Belum Padam Total, Kebakaran di Pisangan Ciputat Memasuki Hari Ke-3
Dengan pernyataan ini, Pemkot Tangsel berada di bawah sorotan publik untuk membuktikan bahwa penutupan TPA Cipeucang bukan sekadar janji, melainkan awal dari penyelesaian masalah sampah yang selama ini menjadi beban kota.









