HARIANBANTEN.COM – Puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga saat ini masih di suspen atau dihentikan sementara operasionalnya.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Tangsel, Nindy Sabrina mengatakan, terdapat 131 dapur di Kota Tangsel yang sudah berdiri selama program itu berjalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari ratusan itu, sebanyak 41 dapur sudah terkena suspen. Namun berdasarkan data terbaru pada Kamis (11/6), kini hanya tinggal 20 dapur yang masih terkena suspen.
“Ada suspen hingga hari ini ada 20 SPPG, 6 suspen tapi sudah pengajuan untuk dilakukan pencabutan suspen,” kata Nindy di Puspemkot Tangsel, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga:
Kronologi Ketua RT di Pamulang Jadi Tersangka, Kasus Berawal Dari Teguran Bakar Sampah
Berawal Dari Menegur Bakar Sampah, Ketua RT di Pamulang Jadi Tersangka
Nindy menjelaskan, puluhan dapur itu di suspen karena tidak mengikuti standar operasional yang sudah ditentukan.
Ia menyebut, setiap dapur MBG harus memiliki surat siap operasional yang perlu dipenuhi, mulai dari infrastruktur hingga sertifikat laik higienien sanitasi.
“Dengan adanya satgas ini kami mencoba menerima masukan dari berbagai instansi terkait, mungkin ada masukan-masukan yang ditambahkan dalam surat ready operasional,” terangnya.
Nindy menambahkan, BGN Tangsel bersama organisasi perangkat daerah terkait diarahkan oleh kementerian dalam negeri untuk dapat monitoring terhadap dapur-dapur program makan bergizi gratis.
Ia bilang jadi intinya nanti ada rekomendasi atau atensi dari instansi terkait SPPG tertentu yang melanggar dari petunjuk teknis maka BGN juga menerima saran tersebut untuk melakukan suspen.
“Suspen ini bukan pemberhentian tetap, tapi sementara untuk pembenahan. Tapi kalau sudah suspen tiga kali, SPPG tersebut ditutup,” pungkasnya.









