100 Hari Sachrudin-Maryono Dinilai Gagal, Warga ‘Anugerahi’ Penghargaan Pemimpin Seremonial!

- Pewarta

Senin, 2 Juni 2025 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster Mengkritik Kinerja Sachrudin -Maryono Di Kota Tangerang

Poster Mengkritik Kinerja Sachrudin -Maryono Di Kota Tangerang

Harian Banten -Poster bertuliskan “sertifikat penghargaan” untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin – Maryono, ramai tersebar di berbagai titik strategis Kota Tangerang pada Minggu (1/6). Di halte, kampus, hingga kawasan pusat pemerintahan, warga menemukan poster bergaya formal namun sarat sindiran—salah satunya bertuliskan “Juara 1 Pemimpin Gemar Seremonial.”

Poster tersebut berasal dari kelompok bernama Suara Sipil, sebagai bentuk kritik terhadap kinerja 100 hari pertama pemerintahan Sachrudin-Maryono sejak dilantik 20 Februari 2025 lalu. Kritikan tajam ini memantik respons dari sejumlah kalangan, termasuk Subandi Misbah, Pengamat Kebijakan Publik dari Visi Nusantara.

Menurut Subandi, fenomena ini mencerminkan adanya ekspresi kekecewaan publik yang kini mengambil bentuk yang lebih kreatif namun tetap politis.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Poster ini bukan sekadar olok-olok. Ini adalah bentuk komunikasi politik warga, yang ingin mengingatkan bahwa tata kelola pemerintahan tidak boleh berhenti pada simbol dan seremoni,” ujar Subandi saat dimintai tanggapan, Minggu (1/6).

Ia menilai bahwa penyematan “penghargaan” ironi tersebut adalah bentuk evaluasi terbuka dari masyarakat terhadap pemerintahan yang belum mampu menerjemahkan janji kampanye menjadi tindakan nyata. Program unggulan Sachrudin-Maryono yakni 3G (Gampang Kerja, Gampang Sekolah, Gampang Sembako) justru menuai pertanyaan publik terkait efektivitasnya.

“Yang dijanjikan gampang, tapi yang dirasakan warga justru kerumitan baru. Ini kritik yang dalam: warga menuntut substansi, bukan kemasan,” tegasnya.

Subandi juga menyoroti program ‘on-the-job training’ yang ramai disebut-sebut dalam poster sebagai proyek pembodohan publik. Ia menyebut bahwa program semacam itu kerap dibungkus jargon inovasi, namun pada kenyataannya tak menyentuh akar persoalan pengangguran.

“Kalau pelatihan hanya jadi proyek, bukan solusi, maka publik akan melihatnya sebagai bentuk pelecehan terhadap kecerdasan sosial mereka. Inilah yang kemudian menimbulkan ekspresi seperti poster satir itu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Subandi mengingatkan bahwa warga kini jauh lebih kritis dan memiliki banyak kanal untuk menyalurkan aspirasi. Ia menyebut fenomena poster ini sebagai bagian dari mekanisme kontrol sosial informal yang menjadi penting ketika kanal-kanal formal tidak responsif.

“Bukan poster yang perlu dibereskan, tapi masalah di balik poster itu. Pemerintah harus menjawab dengan kinerja, bukan klarifikasi semata,” tutupnya.

Kritik lewat poster ini menjadi pengingat bahwa dalam era keterbukaan informasi dan partisipasi warga, kepercayaan dibangun bukan dari slogan, tapi dari hasil nyata. Tantangan bagi Sachrudin-Maryono ke depan adalah membuktikan bahwa 3G bukan sekadar tiga huruf populis, melainkan visi yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat.

Berita Terkait

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Berita Terbaru