Harian Banten – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, ia melontarkan kritik tajam terhadap dampak pembangunan Jakarta dan Tangerang yang disebutnya telah “mengorbankan” warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Pernyataan tegas ini disampaikan Dedi dalam Rapat Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/6/2025). Dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni, Dedi tak ragu menumpahkan keluhan warga di wilayah hulu Jawa Barat.
“Infrastrukturnya hancur total, masyarakatnya kena ISPA,” ujar Dedi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dedi menyoroti fakta bahwa selama ini, Kecamatan Parung Panjang menjadi salah satu sumber utama material konstruksi untuk megaproyek di Jakarta dan Tangerang. Truk-truk besar melintasi jalanan desa setiap hari, mengangkut pasir, batu, dan material lainnya.
Namun ironisnya, kata Dedi, keuntungan besar dinikmati Jakarta dan Tangerang, sementara warga Parung Panjang hanya kebagian debu dan kerusakan.
“Tidak mungkin Jawa Barat Rp1,2 triliun untuk recovery satu kecamatan, karena sangat luas,” katanya.
“Masa orang-orang kaya baru hasil proyek di Jakarta, tapi kami yang di Jabar yang harus nanggung dampaknya sendirian?” sindir Dedi tajam.
Baca Juga:
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Tak hanya soal infrastruktur, Dedi juga memperingatkan potensi gangguan pasokan air bersih ke Jakarta dan Banten akibat krisis lingkungan yang terjadi di wilayah hulu.
Dedi Mulyadi pun mengajak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Banten untuk turun tangan. Ia menegaskan, pembangunan yang berkelanjutan harus disertai dengan tanggung jawab lintas wilayah.
Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang






