Harian Banten-Menjelang aksi akbar menolak kerja sama pengelolaan sampah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Serang, gerakan Rakyat Pandeglang Melawan semakin solid. Mereka telah membuka Posko Galang Donasi di seberang Pendopo Bupati Pandeglang sejak 19 Agustus 2025.
Hasilnya, dukungan masyarakat terus berdatangan. Hingga kini, sudah terkumpul 125 dus air mineral serta berbagai bantuan lain, termasuk singkong. Dukungan ini disebut sebagai simbol kuatnya penolakan warga terhadap rencana penerimaan sampah dari luar daerah.
“Galang donasi ini Alhamdulillah lancar, antusias masyarakat luar biasa. Ada yang nyumbang air mineral, bahkan sampai singkong. Kami ucapkan terima kasih,” ujar Koordinator Lapangan Rakyat Pandeglang Melawan, Rohmat, Senin (25/8/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rohmat menegaskan, pihaknya tidak melakukan penggalangan massa secara terstruktur. Aksi yang dijadwalkan 3 September 2025 ini, menurutnya, murni gerakan rakyat. Mereka akan menyuarakan aspirasi di Gedung DPRD, Kantor Bupati, dan Pendopo Bupati Pandeglang dengan harapan bisa bertemu langsung Bupati Dewi Setiani.
“Kami ingin aksi ini damai, aspirasi rakyat disampaikan, dan ada solusi dari pemerintah. Intinya, apapun alasannya, Pandeglang jangan menerima sampah dari luar,” tegasnya.
Aksi warga Pandeglang ini disebut mirip dengan perlawanan masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang sebelumnya juga turun ke jalan menolak kebijakan terkait sampah. Gelombang penolakan di berbagai daerah memperlihatkan bahwa isu lingkungan dan tata kelola sampah kini menjadi perhatian serius masyarakat.







