HARIANBANTEN – Suasana duka mendalam menyelimuti rumah keluarga Capt Egon Erawan bin Gatot Soetarso di Perumahan Flamboyan Lestari, Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Kamis (12/2/2026) petang. Peti jenazah pilot yang gugur akibat penembakan di wilayah Papua tiba sekitar pukul 17.22 WIB, disambut lantunan salawat yang menggema di tengah isak tangis keluarga dan warga.
Kerabat yang telah menunggu sejak sore tampak tak kuasa menahan haru saat peti jenazah diturunkan. Karangan bunga berjajar di halaman rumah sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum yang gugur saat menjalankan tugas penerbangan.
Petugas keamanan setempat, Yonce, mengatakan pemakaman dilakukan setelah keluarga berkumpul.
“Menunggu semua keluarga menerima jenazah, setelah Magrib langsung dimakamkan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenazah kemudian disalatkan di masjid dekat rumah sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir dalam suasana khidmat.
Almarhum merupakan pilot maskapai Smart Air yang menjadi korban penembakan saat bertugas di pedalaman. Tragedi ini memicu kecaman keras dari Ikatan Pilot Indonesia.
Ketua organisasi, Muammar Reza Nugraha, menegaskan keselamatan pilot harus menjadi prioritas negara.
“Pilot menjalankan tugas negara dan wajib mendapat perlindungan maksimal,” tegasnya, seraya menilai insiden tersebut melanggar standar keselamatan global International Civil Aviation Organization.
Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah konkret menjamin keamanan penerbangan di wilayah berisiko tinggi. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan awak pesawat masih menghadapi ancaman nyata di lapangan.
Baca Juga:
Terungkap! Ini Alasan Kantor Kelurahan Rawa Buntu Dipindah
Wagub Banten: APBD Kabupaten Tangerang Hampir Lampaui APBD Provinsi
Kapolres Tangsel Bantah Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkoba






