HARIAN BANTEN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang berujung bencana. Sungai Cimanceuri meluap dan merendam permukiman warga, memaksa ratusan orang meninggalkan rumah mereka.
Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (19/4/2026), setelah aliran Sungai Cimanceuri meluap akibat tingginya curah hujan. Wilayah terdampak meliputi Desa Sukamanah di Kecamatan Jambe, Desa Karang Tengah di Kecamatan Pagedangan, serta Desa Cirarab di Kecamatan Legok. Ketinggian air berbeda di tiap lokasi, mulai dari 40 sentimeter hingga mencapai 1,2 meter di titik terparah.
“Untuk penyebabnya itu luapan aliran Sungai Cimanceuri,” jelas Achmad Taufik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak banjir ini cukup luas, dengan total 1.117 jiwa dari 311 kepala keluarga terdampak dan 252 rumah terendam air. Dari jumlah tersebut, sekitar 450 warga terpaksa mengungsi ke Masjid Jami Al-Falah di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan. BPBD Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi dan terus memantau kondisi debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Banjir ini menjadi pengingat serius akan pentingnya mitigasi bencana, terutama di wilayah rawan luapan sungai, agar dampak serupa bisa diminimalkan di masa mendatang.
Sumber Berita: beritasatu.com








