HARIAN BANTEN – Banjir tiba-tiba merendam kawasan perbatasan Baduy Luar di Lebak, Banten. Air setinggi setengah meter membuat akses warga terputus, memicu kekhawatiran baru di wilayah adat tersebut.
Banjir melanda kawasan warga suku adat Baduy di Kabupaten Lebak pada Senin sore (20/4/2026). Air meluap di titik Pos 2 Cijahe dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter, diduga akibat tingginya curah hujan di hulu Sungai Cibarani. Rekaman video yang beredar memperlihatkan arus deras melintasi jalur perbatasan hingga menutup akses warga.
“Iya benar di Cijahe perbatasan. Kami menerima laporan sekitar pukul 19.00 WIB,” kata Febby Rizki Pratama, Sekretaris BPBD Lebak, Selasa (21/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Febby, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu sejak siang hingga menjelang Magrib.
“Kita tidak bisa menduga lebih jauh, tapi yang jelas hujan tinggi dari siang sampai Magrib di hulunya Cibarani,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa banjir di wilayah Cijahe bukan pertama kali terjadi, mengingat kejadian serupa pernah muncul pada tahun 2022. Untuk memastikan penyebab utamanya, pihaknya menilai perlu dilakukan kajian lebih mendalam terkait kondisi hulu sungai dan perubahan lingkungan.
“Perlu dilakukan investigasi memang,” pungkasnya.
Banjir yang kembali terjadi di kawasan Baduy menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hulu sungai agar risiko serupa tidak terus berulang di masa depan.
Sumber Berita: kabar6.com








