HARIANBANTEN.COM Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Caringin 1, Kabupaten Pandeglang, tidak terserap akibat rendahnya tingkat kehadiran siswa menjelang akhir semester. Sisa makanan yang tidak terdistribusi itu bahkan berakhir menjadi pakan ternak milik warga.
Guru Kelas V SDN Caringin 1, Armadi, mengatakan jumlah siswa yang hadir di sekolah saat ini hanya sekitar separuh dari total peserta didik. Kondisi tersebut membuat banyak porsi makanan yang telah disiapkan tidak diambil oleh penerima manfaat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari total siswa yang ada, banyak yang tidak masuk karena kegiatan belajar sudah mendekati akhir semester. Kami sudah mengimbau melalui grup, tetapi tetap banyak yang tidak hadir,” kata Armadi, Sabtu (13/6/2026).
Program MBG di SDN Caringin 1 menyasar 262 siswa serta 13 guru dan satu penjaga sekolah. Namun, tidak seluruh penerima manfaat hadir saat makanan didistribusikan.
Baca Juga:
Komisi I DPRD Tangsel Temukan 2 Lapangan Padel Tak Berizin, Minta Satpol PP Panggil Pemilik
Pembebasan Lahan Belum Terlaksana, Ground Breaking PSEL TPA Cipeucang Ditargetkan 2028
Pemkot Siapkan Dana Rp40 Miliar, Pembebasan Lahan Cipeucang Masuk Tahap Awal
Pihak sekolah mengaku telah berupaya menghubungi siswa yang tidak masuk agar datang mengambil jatah makanan mereka. Namun, imbauan tersebut tidak mendapat respons dari sebagian besar siswa.
“Kami sudah konfirmasi kepada yang tidak hadir untuk mengambil MBG, tapi tidak ada yang datang,” ujarnya.
Baca Juga:
Benyamin Beberkan SiLPA Tangsel 2025 Capai Rp478 Miliar
Xinhua Silk Road: Pekan Budaya Digelar di Tiongkok Bagian Tenggara, Perkuat Hubungan Lintas-Selat
GP Ansor Nilai Perpanjangan Sekda Tangsel Tertutup, Akan Layangkan Keberatan ke Gubernur Banten
Karena makanan yang sudah diproduksi tidak bisa disimpan terlalu lama, sekolah akhirnya menyalurkan sisa makanan kepada warga yang memiliki ternak seperti ayam dan bebek.
Langkah itu dilakukan untuk menghindari makanan terbuang sia-sia sekaligus memastikan wadah makanan atau ompreng dapat segera dikembalikan dalam kondisi bersih.
“Iya mubazir. Daripada terbuang, kami kasih ke warga yang punya ternak. Ompreng juga harus kembali dalam keadaan bersih,” kata Armadi
Baca Juga:
Emas 30.000 Ton Ditemukan di Banten, Kekayaannya Lama Dikuasai Pihak Asing
Masih Berseragam Sekolah, Pelajar di Tangerang Ini Diduga Terlibat 20 Aksi Curanmor
Selain persoalan kehadiran siswa, pihak sekolah juga menyoroti menu MBG yang dinilai kurang bervariasi. Menurut Armadi, sejumlah siswa mulai merasa bosan karena menu yang disajikan cenderung berulang.
Siswa mulai bosan dengan menu yang itu-itu saja,” ujarnya.










