HARIANBANTEN.COM – Penanggung Jawab event organizer (EO) Tangsel Fun Run, Aditya, irit bicara ketika diwawancara oleh awak media usai memenuhi pemanggilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan.
Aditya tampak keluar dari kantor Dispora yang berada di kawasan Puspemkot Tangsel, bersama satu rekan lainnya. Ketika ditanya mengenai acara yang tengah menjadi sorotan itu ia tak banyak bicara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait disinggung soal medali finisher yang dikabarkan belum didistribusi, ia mengklaim bahwa medali sudah dibagikan kepada para peserta.
“Sudah dibagikan semua. Hanya sisa, cuma beberapa yang belum kebagi,” kata Aditya, Senin, 3 Agustus 2026.
Sementara terkait pencantuman logo Kota Tangsel dan Dispora, ia menyebut bahwa itu tidak ada hubungan kerjasamanya dengan event yang ia selenggarakan.
“tidak ada (kerjasama) sama sekali,” tuturnya.
Baca Juga:
Anggota DPRD Tangsel Gus Andi Meninggal Dunia Karena Kecelakaan
Pangsa Pasar Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat Berpotensi Mencapai 40%
Aquatech Mengakuisisi Metichem, Memperluas Kapabilitas Layanan Air di Kawasan MENA dan Asia Tenggara
Sambil berjalan menuju kendaraannya, ia pun menyatakan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan.
“Mohon maaf,” singkatnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan telah memanggil penyelenggara event Tangsel Fun Run & Walk yang mendapat protes dari para peserta pada Minggu (2/8).
Baca Juga:
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Senilai Rp230 Miliar
Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pemanggilan akan dilakukan hari ini melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk diminta tanggung jawab.
“Hari ini sama Bidang Olahraga saya perintahkan untuk panggil segera dan bisa mempertanggungjawabkan kejadian yang kemarin terjadi itu,” kata Pilar ketika ditemui di Puspemkot Tangsel, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan acara yang dinilai carut-marut itu turut mencoreng nama baik Tangsel dan merugikan banyak pihak.
Pemerintah daerah, lanjut Pilar, seyogya nya mendukung semua pihak yang ingin membuat acara apapun di Kota Tangsel. Namun kegiatan itu harus diselenggarakan dengan memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
“Semua EO (event organizer) bukan hanya olahraga saja, misalkan EO konser ya, ke Tangsel silahkan kita terbuka. Kalau anda memenuhi persyaratan silahkan, tapi pada saat pelaksanaannya ya harus sesuai dengan ketentuan yang ada,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penelusurannya, pihak penyelenggara memang sebelumnya sudah berkomunikasi dengan Dispora Tangsel.
Namun saat itu, pihak Dispora Tangsel sudah melarang pencantuman logo di dalam kegiatan tersebut.
“Ini yang akan diminta pertanggungjawaban kepada pihak penyelenggara, karena di program ini, di acara ini tidak ada anggaran APBD, tidak ada fasilitasi dari Pemkot, dan juga memang bukan diinisiasi sama Pemkot. Tapi kenapa menyantumkan logo, itu kan berbahaya sekali,” ungkapnya.
Pilar menuturkan, salah satu dampak yang dikhawatirkan oleh dirinya adalah nantinya masyarakat tidak percaya lagi terhadap event yang akan diselenggarakan di Kota Tangsel.
Apalagi, tambahnya, Pemkot juga memiliki event lagi yang sering dilaksanakan dalam beberapa tahun belakangan yaitu Tangsel Marathon.
“Kan kita sering mengadakan Tangsel Marathon dan lain sebagainya itu kan akan mencoreng, nanti orang tidak akan percaya lagi dengan event yang judulnya Tangsel,” ujarnya.
“Sementara ini adalah event yang sangat berbeda, yang satu diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, yang satu diselenggarakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.















