HARIANBANTEN.COM – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akhirnya angkat bicara soal kericuhan yang terjadi di Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang, jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Untuk diketahui kericuhan itu terjadi pada Sabtu (22/8). Kericuhan yang melibatkan antara kelompok dari UIN Syarif Hidayatullah dengan Yayasan Syarif Hidayatullah itu pun virak di jagat media sosial.
Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Saleh mengatakan, saat itu rombongan UIN datang ke SIP Pamulang memposisikan diri sebagai pemilik aset dan bangunan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan yang dilakukan pada dini hari diklaim agar tidak menggangu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
“Bahwa malam itu tidak ada kejadian apapun ya. Itu yang harus ditegaskan (tidak ada kericuhan, red),” kata Saleh dalam press conference di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Namun pada saat siang hari, tiba-tiba ada datang rombongan dari pihak luar sehingga kericuhan tak terhindarkan.
“Tetapi yang kemudian menjadi persoalan adalah ketika ada dari luar yang kemudian berusaha merusak. Pagar itu kemudian dirusak dari luar, berusaha untuk masuk,” terangnya.
Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
Saleh mengungkapkan, rombongan yang justru melakukan pengrusakan diduga kuat merupakan rombongan yang disewa oleh pihak Yayasan.
UIN Syarif Hidayatullah sendiri mengklaim bahwa tanah dan bangunan itu merupakan miliknya. Oleh karena itu langkah tersebut sebagai bentuk mempertahankan aset.
“Oleh karena itu jangan kemudian dibalik-balik, seolah-olah kemudian bahasa premanisme itu datang dari UIN. Padahal yang melakukan pengrusakan itu adalah orang-orang yang disewa,” tuturnya.
Untuk diketahui, kericuhan di depan SIP Pamulang terjadi pada Sabtu (22/8). Saat itu kelompok dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Yayasan Syarif Hidayatullah berseteru tepat di depan akses masuk sekolah.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Akibat kericuhan itu pagar sekolah sempat roboh. Bahkan beberapa personel kepolisian sampai harus siaga di lokasi kejadian untuk meredam kericuhan.
Yayasan Syarif Hidayatullah, dalam pernyataan resminya menyatakan, bahwa peristiwa pada Sabtu (22/8) bukan pertama kalinya terjadi.
Mereka menyebut tindakan itu sebagai bentuk premanisme dan tidak dibenarkan, apalagi sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Pihak yayasan pun meminta UIN Jakarta untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan, baik di dalam maupun di luar pengadilan.
“Mari kita selesaikan persoalan ini melalui koridor hukum, bukan dengan cara-cara yang tidak l mendidik, mengingat kita sama-sama mengelola lembaga pendidikan,” tulis keterangan Yayasan.
Paska insiden kericuhan itu, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SIP Pamulang sempat dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin (24/8).
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
Hari ini, Rabu (26/8), KBM dipastikan sudah kembali tatap muka dan berjalan normal.









