HARIANBANTEN.COM – Dugaan pelecehan menimpa M (32), seorang guru di Tangerang Selatan (Tangsel). Terduga pelaku merupakan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel berinisial A.
Peristiwa tersebut berlangsung di sebuah tempat hiburan billiard kawasan Serpong, Jumat (4/9). Saat itu, korban datang bersama kakaknya untuk mengambil koper persiapan ibadah umrah kepada A, yang juga mengelola bisnis travel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi, A sedang bermain billiard bersama atasannya yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di Dindikbud Tangsel.
Ketika korban mencoba ikut bermain sembari menunggu, A diduga mengambil foto area tubuh sensitif milik M secara diam-diam lalu menyebarkannya.
Baca Juga:
Abu Vulkanik Masih Selimuti Tangsel, Pemkot Buka Peluang Perpanjang PJJ
Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok
Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sekolah Tangsel PJJ Sehari
“Aku engga tahu dia ngambil foto. Aku bersama kakak aku berdiskusi untuk keperluan umrah,“ kata Korban, Senin, 7 September 2026.
M sendiri mengaku baru menyadari tindakan tersebut setelah menerima informasi tersebarnya foto bagian tubuh dirinya dari rekan kerja.
Baca Juga:
Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026
“Ragnarok Zero: Global” Disambut Antusias Usai Resmi Diluncurkan
Hisense Perkenalkan Peran AI yang Mempermudah Aktivitas Sehari-hari di IFA 2026
“Saya kemudian nanya foto itu dikirim dari siapa dan dijawabnya dari si A yang aku temui di biliar itu,” ujarnya.
Mencari keadilan, korban lantas meminta klarifikasi langsung kepada A. Namun sikap A justru terkesan acuh dan tidak menunjukkan penyesalan.
“Dia tidak ada itikad baik ke saya. Saya kecewa karena tidak seharusnya dia seperti itu,” tuturnya.
Baca Juga:
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok
Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Gangguan Perpanasan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Pakai Masker
Situasi kian menyudutkan M lantaran atasan A yang berada di lokasi justru terkesan membela terduga pelaku dan menyalahkan korban.
“Saya malah disalahin dan dipojokan sama mereka. Saya tidak berbuat apa-apa, ke biliard juga bersama kakak saya karena memang mau umrah dan bertemu dengan A ini yang memiliki travel,” ungkapnya.
Merasa dipojokkan dan tidak mendapatkan pertanggungjawaban, M memantapkan diri untuk membawa kasus ini ke meja hijau demi mencegah kejadian serupa terulang.
“Tidak ada itikad baik dan saya malah disudutkan saya rencananya akan melapor ke polisi,” pungkasnya.
HarianBanten telah mengkonfirmasi kejadian itu kepada Kepala Dindikbud Tangsel, namun belum mendapatkan jawaban.











