HARIANBANTEN.COM – Warga perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) minta dilibatkan dalam proses peralihan pengelolaan distribusi air bersih dari PT Arfa Putra Soegama (APS) ke BUMD Perseroda PITS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Permintaan itu diungkapkan warga saat menggelar pertemuan dengan Direktur PT Arfa Putra Soegama, Muslimin Bora, di Sports Club Serpong Lagoon, Selasa (27/10).
Perwakilan warga, Yudi mengatakan, berdasarkan informasi yang dirinya terima, PT Arfa akan menekan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan dengan BUMD Perseroda PITS pada Rabu (28/10).
Baca Juga:
Pengelola WTP Serpong Lagoon Bersedia Penuhi Tuntutan Kompensasi Warga
Parkir di Trotoar Hingga Bahu Jalan, 71 Kendaraan Ditindak Dishub Tangsel
Pembangunan Venue Untuk Porprov Capai 80 Persen, Sejumlah Cabor Digelar di Luar Tangsel
“Mereka (PT Arfa, red) itu rencana MoU sama PITS besok, hari Rabu di kantor PITS. Warga minta untuk dilibatkan,” kata Yudi kepada awak media, Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurutnya keinginan warga untuk dilibatkan dalam proses tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya warga selaku konsumen merupakan salah satu pihak penting dalam bisnis air bersih ini.
“Tadi disampaikan bahwa jangan cuma menjual aset dan distribusi pipanya saja, tapi mereka kan juga akan jual data konsumen nih, jangan sampai konsumen di sini dirugikan,” ujarnya.
Yudi menjelaskan, peralihan distributor air bersih ke warga dari PT Arfa ke BUMD Perseroda PITS berpotensi membuat biaya air naik meningkat.
Pasalnya, berdasarkan informasi yang ia terima, nantinya Perseroda PITS hanya berperan sebagai subkontraktor karena sumber air yang akan didistribusi ke warga didapat dari proses pembelian di PDAM.
Oleh karena itu kehadiran warga selaku konsumen dinilai penting dalam proses tahapan tersebut.
“Karena tadi mereka menyatakan nanti setelah dikelola PITS, harga air jelas akan naik, kata mereka gitu. Karena PITS sendiri disini kan ternyata hanya subkon, PITS beli ke PDAM, dari PDAM ke PITS, PITS baru ke sini (warga Serpong Lagoon). Jadi kan harganya akan dua kali kena margin tuh,” ujarnya.
“Jangan sampai mereka MoU antara perusahaan dengan perusahaan yang dirugikan warga, konsumen yang rugi,” pungkasnya.










