BEM UMJ Angkat Bicara soal Tuduhan Pemerasan Jelang Aksi

- Pewarta

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Demo BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta di Depan Halaman Kantor Walikota Tangerang Selatan soal Penanganan Sampah di Kota Tangerang Selatan

Aksi Demo BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta di Depan Halaman Kantor Walikota Tangerang Selatan soal Penanganan Sampah di Kota Tangerang Selatan

HARIANBANTEN – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan pemerasan yang beredar jelang aksi mahasiswa mengenai krisis pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan.

Melalui rilis resmi, BEM UMJ menegaskan bahwa gerakan aksi yang dilakukan sepenuhnya bersifat mandiri, independen, dan tanpa kepentingan transaksional. Tuduhan pemerasan yang menyeret nama BEM UMJ dinilai tidak benar, menyesatkan, serta berpotensi melemahkan gerakan mahasiswa dalam mengawal persoalan publik.

 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Mahasiswa BEM UMJ Kabinet Sinergi Berdampak, Muhammad Iqbal Ramdhani, menyatakan bahwa aksi mahasiswa merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial terhadap krisis sampah yang hingga kini belum tertangani secara optimal.

 

“Gerakan aksi BEM UMJ tidak memiliki kepentingan transaksional apa pun. Tuduhan yang beredar tidak benar dan mengaburkan substansi persoalan,” tegas Iqbal.

 

BEM UMJ juga mengungkap kronologi menjelang aksi “Buang Sampahnya atau Pemerintahnya! Jilid II” pada 8 Januari 2026. Pada Rabu malam (7/1/2026), seorang oknum dari Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan berinisial SWH menghubungi Presiden Mahasiswa BEM UMJ dan meminta pertemuan.

 

Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis dini hari di kawasan Pamulang. Dalam pertemuan itu, BEM UMJ diminta untuk membatalkan aksi lanjutan berupa pembuangan sampah ke Kantor Wali Kota Tangsel. BEM UMJ kemudian mengusulkan alternatif berupa audiensi terbuka bersama Pemkot Tangsel yang dihadiri masyarakat dan diliput media, namun usulan tersebut tidak diterima.

 

Iqbal mengungkapkan, dalam pertemuan itu justru muncul dugaan tawaran sejumlah uang agar aksi dibatalkan. Tawaran tersebut langsung ditolak oleh BEM UMJ yang memilih tetap melaksanakan aksi.

 

BEM UMJ menilai isu pemerasan yang beredar merupakan bentuk delegitimasi gerakan mahasiswa dan berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama, yakni krisis pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan. BEM UMJ pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu tersebut secara kritis dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

50 Pemuda Buaran Dibekali Ilmu Bikin Konten Digital, Kominfo Tangsel: Jangan Asal Posting!
Bappisus Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah, Agar Tidak Dikorupsi
Geger! Siswi Sekolah Internasional di Tangsel Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Guru
BRIN-Rosatom Kerjasama Pengembangan Nuklir Damai untuk Bidang Pangan, Kesehatan hingga Industri
Tukin ASN Banten Dipangkas Jadi 13 Bulan, Bagaimana Nasib PPPK?
Korsleting Listrik Sebabkan Pabrik Tahu di Serpong Kebakaran
APBD Perubahan Tangsel 2026 Disepakati Rp5,25 Triliun
60 Kabupaten Kota Minati SISGITA, Inovasi Sistem Pajak Milik Tangsel

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:24 WIB

50 Pemuda Buaran Dibekali Ilmu Bikin Konten Digital, Kominfo Tangsel: Jangan Asal Posting!

Rabu, 23 September 2026 - 13:34 WIB

Bappisus Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah, Agar Tidak Dikorupsi

Rabu, 23 September 2026 - 07:21 WIB

Geger! Siswi Sekolah Internasional di Tangsel Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Guru

Selasa, 22 September 2026 - 20:51 WIB

BRIN-Rosatom Kerjasama Pengembangan Nuklir Damai untuk Bidang Pangan, Kesehatan hingga Industri

Selasa, 22 September 2026 - 09:31 WIB

Tukin ASN Banten Dipangkas Jadi 13 Bulan, Bagaimana Nasib PPPK?

Berita Terbaru