Krisis Sampah Tangsel, Buang ke Cileungsi Rp90 Juta per Hari

- Pewarta

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ihsan Menanggapi Persoalan Sampah ke Cileungsi

Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ihsan Menanggapi Persoalan Sampah ke Cileungsi

HARIANBANTEN – Krisis sampah di Kota Tangerang Selatan kian nyata. Setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ditutup sejak 8 Desember 2025, Pemkot Tangsel terpaksa mengambil langkah darurat dengan membuang sampah ke luar daerah. Selama masa tanggap darurat, sampah Tangsel dialihkan ke fasilitas pengolahan PT Aspex Kumbong di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

 

Dikutip dari Kabar6.com, kuota pembuangan sampah yang dikirim mencapai 200 ton per hari. Dengan biaya pengelolaan atau tipping fee sebesar Rp450 ribu per ton, Pemkot Tangsel harus merogoh anggaran hingga Rp90 juta setiap hari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, membenarkan besaran biaya tersebut. Ia menegaskan, kebijakan membuang sampah ke Cileungsi merupakan solusi jangka pendek agar sampah tidak menumpuk di jalanan, ruang publik, dan permukiman warga.

 

“Rp450 ribu per ton. Jadi kalau 200 ton per hari, sekitar Rp90 juta,” ujar Pilar Saga Ichsan usai rapat koordinasi di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jumat (9/1/2026), dikutip dari Kabar6.com.

 

Pilar juga menyampaikan bahwa langkah darurat tersebut telah diketahui dan mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Meski demikian, ia menegaskan pengiriman sampah ke luar daerah tidak bisa dilakukan terus-menerus.

 

“KLH tahu dan mendukung. Tapi ini solusi sementara supaya sampah tidak menumpuk,” katanya.

 

Menurut Pilar, Pemkot Tangsel tengah menyiapkan solusi jangka panjang, termasuk pembangunan fasilitas mesin pencacah sampah di TPA Cipeucang. Namun rencana itu membutuhkan lahan seluas 5.000 meter persegi serta proses pembebasan lahan dan komunikasi dengan masyarakat sekitar.

 

Selain itu, rencana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Cipeucang juga memerlukan lahan sekitar 5 hektare, sehingga tidak bisa direalisasikan dalam waktu singkat.

 

Sementara solusi permanen belum terwujud, persoalan sampah di Tangsel masih menjadi sorotan. Gunungan dan ceceran sampah dilaporkan masih terlihat di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman, membuat kebijakan pembuangan sampah ke Cileungsi menjadi pilihan paling realistis dalam kondisi darurat saat ini.

 

(Sumber: Kabar6.com)

Berita Terkait

Driver Online Ditemukan Tewas di Dalam Mobil yang Terparkir di Serpong Tangsel
Kementerian PU Akan Tata Wilayah Tangsel, Kemacetan Hingga Banjir Menjadi Sorotan
Pelajar Tewas Tertabrak Kereta di Stasiun Jurangmangu
Serpong Jadi Wilayah dengan Angka Stunting Terbanyak di Tangsel, 60 Anak Dapat Intervensi
Lansia Disekap di Apartemen Serpong, Mobil Hingga Handphone Digasak Pelaku
Penderita ISPA di Tangsel Meningkat Selama Musim Kemarau 2026
Target Juli Meleset, Pembebasan Lahan TPA Cipeucang Kini Ditargetkan Rampung Desember 2026
Warung Madura di Ciputat Kebakaran, Kerugian Capai Rp150 Juta

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Driver Online Ditemukan Tewas di Dalam Mobil yang Terparkir di Serpong Tangsel

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Kementerian PU Akan Tata Wilayah Tangsel, Kemacetan Hingga Banjir Menjadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Pelajar Tewas Tertabrak Kereta di Stasiun Jurangmangu

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Serpong Jadi Wilayah dengan Angka Stunting Terbanyak di Tangsel, 60 Anak Dapat Intervensi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Lansia Disekap di Apartemen Serpong, Mobil Hingga Handphone Digasak Pelaku

Berita Terbaru