HARIANBANTEN – Banjir besar melanda Kota Serang, Banten, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam (2/1/2026). Luapan sungai dan saluran air yang tak mampu menampung debit air membuat banjir meluas, merendam ribuan rumah warga hingga menjalar ke kawasan bersejarah Masjid Agung Banten Lama.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sedikitnya 1.023 rumah terendam banjir, dengan total 3.033 jiwa dari 1.087 kepala keluarga terdampak. Wilayah terdampak tersebar di sejumlah titik rawan banjir, terutama di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Di beberapa lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai 60 sentimeter hingga satu meter, memaksa warga menghentikan aktivitas dan menyelamatkan barang-barang berharga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Nana Sukmana, menyebut curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi pemicu utama banjir.
“Total rumah yang terdampak sebanyak 1.023 unit dan jumlah warga terdampak mencapai lebih dari tiga ribu orang. Air naik cepat setelah hujan deras mengguyur sejak malam,” ujar Nana, Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga:
Korsleting Listrik Jadi Pemicu Kebakaran Ruko Pasar Ciputat, Kerugian Capai Puluhan Juta
Ruko Pasar Ciputat Kebakaran, Kobaran Api Terlihat Dari Kejauhan
Anggota DPRD Tutup Pabrik Es Kristal di Serpong, Diduga Jadi Penyebab Sumur Warga Kering
Dampak banjir tidak hanya dirasakan di permukiman warga. Kawasan Masjid Agung Banten Lama, salah satu destinasi wisata religi utama di Banten, turut terendam. Air luapan sungai masuk ke area pelataran masjid dan pemakaman keramat di sekitarnya dengan ketinggian mencapai mata kaki, sehingga mengganggu aktivitas ibadah dan ziarah.
Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan bahwa genangan di kawasan Banten Lama dipicu oleh luapan kali dan sistem drainase yang tidak optimal menampung debit air.
Baca Juga:
Damkar Tangsel: Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Puspemkot dan DPRD Belum Maksimal
DPRD Tangsel Minta Pejabat yang Baru Dirotasi Cepat Adaptasi, Singgung APBD 2027
Tersangka Pembunuhan Anggota TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang
“Air masih menggenangi pelataran masjid dengan ketinggian sekitar semata kaki. Ini akibat luapan sungai dan saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan,” kata Diat.
Air juga merendam ratusan makam di area pemakaman, meski makam para Sultan Banten dipastikan dalam kondisi aman karena berada di titik yang lebih tinggi. Seorang warga setempat, Iman, mengatakan air mulai naik sejak sore hari dan terus meluas hingga malam.
“Sejak sore air sudah naik dan merendam makam-makam. Tapi makam para sultan aman karena posisinya lebih tinggi,” ujarnya.
Baca Juga:
Gravity Game Unite (GGU) Sukses Gelar “Ragnarok Zero: Global European User Meetup”!
Novo Tellus Bermitra dengan RCF dan NRFC, Rampungkan Akuisisi Russell Mineral Equipment
Selain rumah dan kawasan wisata religi, sejumlah fasilitas umum, termasuk beberapa sekolah dasar, turut terdampak banjir. Hingga Sabtu malam, petugas BPBD bersama unsur terkait masih bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta pendataan lanjutan.
Meski di beberapa titik air mulai berangsur surut, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dan dapat memicu banjir susulan.









