HARIANBANTEN.COM – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Maria Teresa Suhardja, kembali membagikan buku tulis kepada anak-anak. Pendistribusian kali ini menyasar para siswa tingkat SD, SMP hingga santri di sejumlah pondok pesantren.
Maria mengatakan, pembagian buku merupakan salah satu bentuk kepedulian dirinya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak di Kota Tangsel. Dalam sepekan terakhir, buku yang didistribukan sebanyak 5.000.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Buku tulis mungkin sederhana, tetapi bagi seorang anak, buku adalah bagian dari proses mereka belajar, menulis, berpikir, dan mengembangkan cita-cita,” kata Maria dalam keterangannya, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya kebutuhan seperti buku dan alat tulis kerap dianggap sederhana. Namun, bagi keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit, kebutuhan tersebut tetap dapat menjadi beban.
Baca Juga:
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
“Kita tidak boleh menganggap kebutuhan pendidikan sebagai sesuatu yang tidak penting,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, pembagian 5.000 buku tulis tersebut bukan dimaksudkan sebagai solusi atas seluruh persoalan pendidikan dan literasi di Tangsel.
Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
Namun langkah tersebut merupakan bentuk nyata untuk mengambil bagian dari kebutuhan anak-anak di lapangan.
“Ini adalah langkah kecil. Tetapi saya percaya perubahan juga bisa di mulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.
Maria Teresa juga menilai penguatan literasi harus menjangkau seluruh jenjang pendidikan. Karena itu pembagian buku tidak hanya dilakukan di sekolah dasar dan menengah, tetapi juga menyasar pondok pesantren.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
“Anak-anak kita baik yang belajar di SD, SMP maupun di pondok pesantren, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang. Kita ingin budaya membaca dan menulis tumbuh di semua lingkungan pendidikan,” terangnya.
Ia berharap semakin banyak pihak yang ikut mengambil peran dalam mendukung pendidikan dan literasi di Kota Tangerang Selatan.
“Jangan sampai seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena tidak memiliki buku untuk menulis. Kalau kita mampu membantu, mari kita bantu. Karena dari sebuah buku tulis, bisa lahir sebuah gagasan, cita-cita, dan masa depan,” pungkasnya.









