Muhammad Sukron, Pendatang yang Kini Jadi Kades Sentul Jaya Paling Dibanggakan Warga!

- Pewarta

Jumat, 20 Juni 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhamad Sukron, Kepala Desa Sentul Jaya

Muhamad Sukron, Kepala Desa Sentul Jaya

Harian Banten– Jumat pagi di Desa Sentul Jaya terasa lebih santai dari biasanya. Di beranda kantor desa yang tertata rapi dan nyaman, seorang pria berusia 42 tahun duduk menyeruput kopi hitam dengan senyum tenang. Ia mengenakan kaus polos, celana santai, dan peci hitam—penampilan sederhana yang mencerminkan kepribadiannya. Dialah Muhammad Sukron, sosok Kepala Desa Sentul Jaya yang tak pernah bercita-cita jadi pemimpin, tapi kini menjadi kebanggaan warganya.

“Saya tidak pernah bercita-cita jadi kepala desa,” ucapnya suatu hari, dengan senyum yang tulus.

Dan memang benar. Sukron bukan anak pejabat, bukan pula aktivis politik. Ia lahir dan besar di luar Sentul Jaya. Hidupnya sederhana, dibesarkan dengan nilai-nilai jujur, rendah hati, dan pekerja keras. Semua berubah ketika ia menikahi seorang gadis asal Sentul Jaya pada tahun 2001. Dari sanalah ikatan antara Sukron dan desa ini perlahan tumbuh.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Menantu Biasa ke Sosok Pemimpin

Mertuanya, seorang tokoh masyarakat yang sangat dihormati, mulai melihat potensi Sukron. Bukan karena latar belakang akademik atau pengalaman organisasi, tapi karena sikapnya: sopan, pendiam, dan jika berbicara, selalu rasional. Suatu hari, sang mertua mengusulkan Sukron untuk maju sebagai calon kepala desa.

Sukron terkejut. Ia bahkan belum paham benar bagaimana pemerintahan desa bekerja. Tapi ajakan itu ia terima sebagai amanah. Ia pun mulai belajar pelan-pelan, dari nol.

Maju Tanpa Janji, Menang Karena Kepercayaan

Tahun itu, Sukron mencalonkan diri dalam Pilkades. Tanpa baliho besar. Tanpa tim sukses yang ribut. Ia mendatangi rumah warga satu per satu, menyampaikan niatnya, mendengarkan keluhan mereka. Ia datang bukan sebagai politisi, tapi sebagai bagian dari desa. Seorang menantu yang tulus ingin mengabdi.

Tak disangka, warga menjatuhkan pilihan padanya. Ia menang. Dan sejak itu, hidup Sukron berubah total. Ia mulai menyelami dunia pemerintahan: dari administrasi, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, hingga menjaga harmoni sosial.

Desa Mulai Berbenah

Di bawah kepemimpinannya, Desa Sentul Jaya mulai bertransformasi. Kantor desa diperindah. Lahan kosong disulap menjadi Gedung Serba Guna, tempat warga berkegiatan. Ia juga membangun perpustakaan desa — sederhana, tapi cukup untuk anak-anak belajar dan warga membaca informasi penting.

Namun, bukan hanya pembangunan fisik yang ia pikirkan. Tantangan besar lain adalah pengangguran.

“Ironis ya, di desa kita ini ada perusahaan, tapi tetap banyak yang nganggur,” katanya.

Sukron mulai menjalin komunikasi dengan perusahaan, membuka pelatihan keterampilan, bahkan menggandeng Balai Latihan Kerja dari kabupaten. Ia tahu, tidak semua warga siap bersaing, maka ia juga membentuk kelompok usaha mikro, koperasi pemuda, dan memanfaatkan lahan desa untuk menyerap tenaga kerja.

Pemimpin yang Mau Belajar

Sukron sadar, dirinya bukan lulusan pemerintahan. Maka ia pun belajar. Ia mulai membaca buku-buku tentang Undang-undang Desa, Permendagri, hingga dokumen musyawarah desa. Ia sering bertanya kepada pamong desa yang lebih muda. Ia datang ke pelatihan, duduk di belakang ruangan, dan menyimak. Ia bahkan menjadikan warung kopi sebagai ruang diskusi santai dengan kepala desa dari desa tetangga.

“Saya ini bukan orang pintar, tapi saya suka ngerti,” ujarnya sambil tertawa.

Ia pun mendorong perangkat desanya untuk ikut pelatihan, membiasakan evaluasi rutin, dan membangun sistem kerja yang lebih transparan. Ia percaya, membangun desa dimulai dari membangun SDM-nya.

Hari ini, Sukron sudah akrab dengan istilah seperti RPJMDes, RKPDes, APBDes, dan musrenbang. Ia bahkan mulai mempelajari konsep smart village, digitalisasi pelayanan publik, serta membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta.

Tetap Membumi

Meski kini menjabat kepala desa dan telah menerima berbagai penghargaan lokal, Sukron tak berubah. Ia masih tinggal di rumah sederhana, masih menyapa warga di pasar, dan masih hadir di setiap hajatan. Setiap Sabtu pagi, ia menyempatkan diri untuk “nyantai” — bukan untuk bermalas-malasan, tapi untuk merenung dan melihat desa dari sudut tenang.

Dari beranda kantor desa, ia menyaksikan anak-anak bermain, ibu-ibu senam, pemuda berdiskusi soal turnamen voli antar RW. Momen seperti itu yang membuatnya merasa: perjuangannya tidak sia-sia.

“Kalau Allah takdirkan saya jadi kades, ya saya jalani. Tapi kalau nanti takdir berkata lain, saya siap kembali jadi warga biasa. Yang penting, desa ini tetap maju dan rukun,” ujarnya lembut.

Muhammad Sukron bukan pemimpi besar yang mengejar panggung. Ia adalah pemimpin yang hadir karena kebutuhan masyarakat dan menjalankan amanah dengan hati terbuka.

Ia tidak dibentuk oleh ambisi, tapi oleh ruang tamu warga, diskusi di warung kopi, dan catatan kecil di sudut rumah. Ia adalah contoh bahwa pemimpin yang baik tidak selalu datang dari mereka yang paling pintar, tapi dari mereka yang paling mau belajar dan paling tulus mengabdi.

Dan hari ini, warga Sentul Jaya sepakat menyebutnya: pemimpin yang membumi — pemimpin dari rakyat, oleh rakyat, dan tetap bersama rakyat.

Berita Terkait

Terungkap! Ini Alasan Kantor Kelurahan Rawa Buntu Dipindah
Wagub Banten: APBD Kabupaten Tangerang Hampir Lampaui APBD Provinsi
Kapolres Tangsel Bantah Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
Ditangkap Bareskrim, Status Kasat Narkoba Polres Tangsel Tunggu Keputusan PMJ
KUA-PPAS Disepakati, APBD Tangsel 2027 Diproyeksikan Rp4,96 Triliun
Geger! Bareskrim Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Bersama Enam Anggota
Mayat Sudah Membusuk Gegerkan Warga Ciputat Timur
Rumah Warga di Pamulang Disatroni Maling Siang Hari, Perhiasan Hingga Motor Raib Digasak

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:44 WIB

Terungkap! Ini Alasan Kantor Kelurahan Rawa Buntu Dipindah

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:30 WIB

Wagub Banten: APBD Kabupaten Tangerang Hampir Lampaui APBD Provinsi

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:45 WIB

Kapolres Tangsel Bantah Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 27 Juli 2026 - 20:54 WIB

Ditangkap Bareskrim, Status Kasat Narkoba Polres Tangsel Tunggu Keputusan PMJ

Senin, 27 Juli 2026 - 18:03 WIB

KUA-PPAS Disepakati, APBD Tangsel 2027 Diproyeksikan Rp4,96 Triliun

Berita Terbaru

Info Banten

Terungkap! Ini Alasan Kantor Kelurahan Rawa Buntu Dipindah

Selasa, 28 Jul 2026 - 16:44 WIB

Info Banten

Wagub Banten: APBD Kabupaten Tangerang Hampir Lampaui APBD Provinsi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:30 WIB