Per Juni 2026 Penderita DBD di Tangsel Capai 229 Orang

- Pewarta

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengintensifkan upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui berbagai program pencegahan yang melibatkan masyarakat.

 

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pengendalian penyebaran DBD telah dilakukan secara sistematis sejak lama. Salah satu langkah yang terus digencarkan adalah mengajak warga membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Dalam gerakan menangani mengendalikan penyakit DBD di Tangerang Selatan itu sudah dilakukan secara sistematis dan sangat lama,” kata Benyamin di Puspemkot Tangsel, Kamis, 25 Juni 2026.

 

Selain itu, Pemkot Tangsel melalui Dinas Kesehatan juga terus mendorong program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

 

Program tersebut bertujuan membangun kebiasaan masyarakat untuk rutin memeriksa dan membersihkan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

 

“Bahwa gerakan satu rumah satu jemantik adalah gerakan untuk mengubah kebiasaan masyarakat kita untuk memeriksa tempat-tempat dimana jentik nyamuk itu bersarang,” ungkapnya.

 

Berdasarkan data Dinkes Tangsel, hingga 21 Juni 2026, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 229 orang. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Pada 2025, jumlah kasus DBD mencapai 648 kasus. Sementara pada 2024 tercatat 754 kasus, tahun 2023 sebanyak 420 kasus, dan tahun 2022 mencapai 756 kasus.

 

“Data per 21 Juni ada 229. Alhamdulillah tidak ada kematian,” kata Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar.

 

Kasus DBD tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangsel. Kecamatan Pamulang menjadi wilayah dengan jumlah penderita terbanyak, yakni 48 kasus. Disusul Kecamatan Ciputat sebanyak 47 kasus dan Serpong 46 kasus.

 

Selanjutnya, Kecamatan Pondok Aren mencatat 32 kasus, Serpong Utara 23 kasus, Setu 21 kasus, serta Ciputat Timur sebanyak 12 kasus.

Berita Terkait

Toyota Agya Tabrak Gerobak Ketoprak di Ciputat, 1 Orang Luka
Dugaan Pelecehan di ICM Tangsel: Polisi Periksa 7 Saksi, Perkara Naik Penyidikan
Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta
Wacana Guru P3K Digaji Pemerintah Pusat, BKAD Tangsel: APBD Bisa Dialokasikan Untuk Program Lain
Sidak Pasar Ciputat Bongkar Puluhan Kios Terisi Tanpa Bayar Retribusi
Dindik Tangsel Senang, Gaji 1.100 Guru PPPK Bakal Dibayar Pusat
Khawatir Ada Korban Lain, DPRD Tangsel Minta Investigasi Dugaan Pelecehan Sekolah Internasional Diperluas
Bikin Resah! Toko Obat di Pondok Aren Digeruduk Warga, Penjual Kabur

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:36 WIB

Toyota Agya Tabrak Gerobak Ketoprak di Ciputat, 1 Orang Luka

Rabu, 30 September 2026 - 16:05 WIB

Dugaan Pelecehan di ICM Tangsel: Polisi Periksa 7 Saksi, Perkara Naik Penyidikan

Rabu, 30 September 2026 - 16:02 WIB

Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta

Rabu, 30 September 2026 - 15:59 WIB

Wacana Guru P3K Digaji Pemerintah Pusat, BKAD Tangsel: APBD Bisa Dialokasikan Untuk Program Lain

Selasa, 29 September 2026 - 18:47 WIB

Sidak Pasar Ciputat Bongkar Puluhan Kios Terisi Tanpa Bayar Retribusi

Berita Terbaru

Info Banten

Toyota Agya Tabrak Gerobak Ketoprak di Ciputat, 1 Orang Luka

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:36 WIB

Info Banten

Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta

Rabu, 30 Sep 2026 - 16:02 WIB

Pers Rilis

Asian Hall of Fame Mengumumkan Tokoh Terpilih Angkatan 2026

Rabu, 30 Sep 2026 - 15:39 WIB