HARIANBANTEN.COM – Kecamatan Serpong menargetkan pembangunan 1.000 lubang biopori di setiap Kelurahan yang ada di wilayahnya hingga akhir 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mengurangi volume sampah, khususnya sampah organik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Serpong, Syaifuddin mengatakan, program tersebut merupakan salah satu strategi yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel.
“Untuk mendukung program strategis dari Walikota, yang tertuang dalam RPJMD, kami menargetkan pembuatan lubang biopori di seluruh kelurahan. Targetnya mudah-mudahan bisa terlaksana per kelurahan itu 1.000 lubang biopori,” kata Syaifuddin saat ditemui di Kantor Kecamatan Serpong, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca Juga:
Kantor Kecamatan Serpong Angkat Kaki, Lokasi Lama Berubah Jadi Puskesmas
Kopilot Asal Malaysia Ditangkap di Bandara Soetta, Bawa 70.114 Butir Ekstasi dalam Koper
Saat ini Kecamatan Serpong memiliki sembilan kelurahan. Dengan target 1.000 lubang di setiap kelurahan, total biopori yang akan dibangun mencapai 9.000 titik.
Syaifuddin berharap seluruh target tersebut dapat direalisasikan sebelum akhir tahun 2026. Hingga kini, proses pembuatannya masih terus berjalan.
Baca Juga:
“Target 2026 mudah-mudahan tercapai, sampai kemarin kita masih terus (membuat lubang),” tuturnya.
Ia mengungkapkan, Kelurahan Lengkong Gudang Timur menjadi wilayah pertama yang berhasil memenuhi target dengan memiliki 1.000 lubang biopori.
Menurutnya, program ini merupakan langkah Pemkot Tangsel untuk mengatasi persoalan sampah dari hulu. Nantinya, setiap rumah diharapkan memiliki satu lubang biopori yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.
Baca Juga:
Pelaku Industri Pariwisata Asia Tenggara Menjelajahi Beragam Pesona Zhejiang
Lapak Barang Bekas di Ciputat Hangus Dilahap Api, Dipicu Pembakaran Sampah
“Ini upaya dari Pemerintah Kota untuk menyelesaikan sampah dari hulu, artinya rencananya setiap rumah itu akan dipasang satu lubang biopori. Nanti sampah-sampah organik bisa dimasukkan ke lubang biopori itu, nanti kurun waktu beberapa lama akan jadi kompos,” pungkasnya.









