Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten

- Pewarta

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Pemerintah Provinsi Banten mulai mengevaluasi sejumlah jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai sudah jenuh dan minim serapan kerja. Jurusan seperti sekretaris, ketatausahaan, akuntansi hingga Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) disebut menjadi penyumbang angka pengangguran di Banten.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan lulusan dari beberapa jurusan tersebut saat ini terlalu banyak, sementara kebutuhan dunia kerja tidak lagi sebanding.

“Jurusan-jurusan yang jenuh itu seperti sekretaris, ketatausahaan, termasuk akuntansi dan TKJ. Itu sekarang sudah terlalu banyak dan jadi penyumbang pengangguran,” ujar Jamaluddin kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Pemprov Banten berencana mengurangi bahkan menghapus jurusan yang dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri. Nantinya, jurusan tersebut akan diganti dengan program pendidikan yang memiliki peluang kerja lebih besar.

“Nanti jurusan-jurusan jenuh itu akan kita evaluasi, kita kurangi, bahkan bisa kita hilangkan. Kita ganti dengan jurusan yang lebih produktif,” katanya.

Saat ini, Pemprov Banten mulai mendorong pengembangan jurusan berbasis keterampilan teknis. Salah satu bidang yang disebut memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi adalah pengelasan atau welding.

Menurut Jamaluddin, kebutuhan tenaga kerja pengelasan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri dengan nilai penghasilan yang cukup besar.

“Ada kebutuhan ratusan ribu tenaga kerja untuk bidang pengelasan. Bahkan ada pengelasan kapal sampai pengelasan bawah air yang gajinya bisa mencapai Rp20 juta sampai Rp30 juta di Jepang,” ungkapnya.

Selain pengelasan, sektor kuliner juga dinilai masih memiliki prospek kerja yang luas karena terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja terampil.

Pemprov Banten juga melihat peluang besar di kawasan industri Cilegon. Industri kimia dan manufaktur berat di wilayah tersebut disebut membutuhkan lulusan SMK dengan kemampuan teknis tertentu.

“Perusahaan-perusahaan di Cilegon saat ini membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis, terutama yang berkaitan dengan industri kimia dan manufaktur berat. Jadi banyak kebutuhan akan tenaga kerja teknis itu yang sekarang sedang kita dorong,” kata Jamaluddin.

Berita Terkait

WNA Asal Rusia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Hendak Selundupkan 3 Kilogram Hashish
Pemkot Tangsel Targetkan 45 Ribu Pekerja Rentan Tercover BPJS TK
Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Hore! Ribuan Pekerja Informal di Tangsel Berpeluang Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis
Gus Andi PKB Sambangi Akhdan Haidar, Remaja Penyintas Meningitis yang Berjuang Sejak Bayi
Kejari Tangsel Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Gadai Syariah di Cabang Pondok Aren
Usai Alami Kram Otot di DPRD, Benyamin Davnie Jalani Bekam dan Tetap Hadiri Agenda di Pendopo Gubernur Banten
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:21 WIB

WNA Asal Rusia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Hendak Selundupkan 3 Kilogram Hashish

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:08 WIB

Pemkot Tangsel Targetkan 45 Ribu Pekerja Rentan Tercover BPJS TK

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:58 WIB

Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:51 WIB

Hore! Ribuan Pekerja Informal di Tangsel Berpeluang Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:15 WIB

Gus Andi PKB Sambangi Akhdan Haidar, Remaja Penyintas Meningitis yang Berjuang Sejak Bayi

Berita Terbaru

Info Banten

Pemkot Tangsel Targetkan 45 Ribu Pekerja Rentan Tercover BPJS TK

Rabu, 24 Jun 2026 - 16:08 WIB