HARIANBANTEN.COM – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, memastikan pelayanan bus sekolah gratis akan tetap beroperasi hingga akhir tahun 2026 mendatang.
Hal itu dipastikan Benyamin saat menjawabkemungkinan pelayanan bus sekolah yanghanya mampu beroperasi hingga bulan Agustus karena terdampak kenaikan harga BBM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengkaji permasalahan tersebut. Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan Pemkot Tangsel akan melakukan penyesuaian pada Perubahan APBD 2026.
“Nanti akan kita kaji lagi, tentu di perubahan APBD itu akan kita lakukan penyesuaian sehingga bisa sampai dengan akhir tahun,” kata Benyamin, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia tak menampik bahwa kenaikan harga BBM yang cukup signifikan turut berpengaruh terhadap beberapa program di lingkungan Pemkot Tangsel.
Kendati demikian ia akan memutar otak agar program pemerintah serta pelayanan masyarakat tetap berjalan.
“Prinsipnya saya tidak akan berhenti memberikan pelayanan baik kepada masyarakat kita, kepada sekolah-sekolah,” tuturnya.
Benyamin sendiri belum bisa memastikan berapa banyak anggaran tambahan yang akan dialokasikan untuk mempertahankan program tersebut.
Nantinya hal itu akan dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Baca Juga:
Lapangan Kodiklat Ditunjuk Jadi Venue Cabor Sepakbola Porprov 2026 Tangsel
Kongres PSSI Tangsel Digelar di Puspemkot, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pembinaan Atlet Muda
“Tapi berapa pun kebutuhannya untuk beroperasinya bus sekolah gratis tersebut, pelayanan kepada anak sekolah akan kita penuhi sampai akhir tahun,” pungkasnya.
Sebelumnya pelayanan bus sekolah gratis dikabarkan hanya mampu beroperasi hingga bulan Agustus 2026 mendatang.
Pasalnya, APBD yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan pembelian BBM selama tahun 2026 tidak cukup menopang operasional hingga akhir tahun.
Pada 2026 Dishub Tangsel mengalokasikan anggaran sekira Rp1,3 miliar untuk belanja BBM jenis Pertamina Dex dengan harga eksisting saat itu Rp 14.500 per liter.
Baca Juga:
Duh! Anggota DPRD Pandeglang Kena Tipu Rp400 Juta, Uang Hilang Sejak 2024—Pelaku Cuma Janji Manis!
Bocah di Tangsel Tewas Usai Kesetrum Listrik Saat Bermain Layang-layang
Bermitra Dengan Kara Holdings, Activate Membuka Lokasi Pertama di Malaysia di Kuala Lumpur
Dengan kenaikan harga yang saat ini mencapai Rp 27.900 per liter, maka anggaran tersebut diprakirakan hanya mampu menopang operasional sampai Agustus mendatang.
“Kalau kondisi eksisting pagu yang sekarang, dengan harga kemarin Rp 23.900 per liter itu hanya bisa sampai September, tapi dengan harga sekarang Rp 27.900 per liter hanya bisa sampai Agustus,” kata Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, ketika dikonfirmasi, Rabu, 6 Mei 2026.
Saat ini terdapat 10 armada bus sekolah gratis milik Pemkot Tangsel yang melayani sembilan rute perjalanan. Selain itu kenaikan BBM juga berdampak terhadap mobil operasional Penerangan Jalan Umum (PJU).
Untuk menopang operasional hingga akhir tahun, kekurangan anggaran yang dibutuhkan diprakirakan mencapai hampir Rp100 juta per bulan atau kurang lebih Rp93 juta.
“Kalau pakai harga sekarang 27.900 itu kekurangannya 46.237.500 perbulan untuk yang bus sekolah, PJU kekurangannya Rp47 juta. Berarti kekurangannya hampir 100 (juta) sebulan,” ungkapnya.
Baca Juga:










