Harian Banten – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah drastis untuk mengatasi darurat sampah yang makin parah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong. Mulai Agustus 2025, sampah dari Tangsel akan mulai dibuang ke TPA Bangkonol, Kecamatan Kroncong, Kabupaten Pandeglang.
Keputusan ini diambil lantaran kondisi TPA Cipeucang yang sudah kolaps sejak Desember 2024. Gunungan sampah tak lagi hanya memenuhi lahan TPA, tapi juga telah meluber ke badan jalan di depan Kantor UPTD Cipeucang. Akibatnya, aktivitas petugas pun ikut terdampak—bahkan mereka terpaksa mengungsi ke kantor bekas Dinas Perhubungan Tangsel yang tak jauh dari lokasi.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan bahwa Pemkot Tangsel telah menerima pengajuan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang terkait besaran tipping fee serta kompensasi dampak lingkungan atas penggunaan TPA Bangkonol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini kami sedang dalam proses negosiasi. Insya Allah dalam waktu dekat finalisasinya akan dibahas untuk dituangkan dalam kontrak kerja sama,” kata Pilar usai menghadiri rapat di Gedung DPRD Kota Tangsel, Kamis (19/6/2025).
Langkah kerja sama ini dinilai sebagai upaya darurat agar beban di Cipeucang tidak makin memburuk. Pilar menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan operasional pengiriman sampah ke Pandeglang sudah bisa dimulai pada Agustus 2025.
Namun, sebelum proses itu berjalan, DPRD Kota Tangsel akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna membahas legalitas dan mekanisme kerja sama tersebut.
“Kami berharap setelah Pansus terbentuk, operasional pembuangan sampah ke Bangkonol bisa segera dimulai. Ini langkah sementara, tapi sangat penting untuk mencegah krisis yang lebih besar,” ujar Pilar.
Baca Juga:
PMII Ciputat Desak Pemkot Tangsel Terbuka soal Perpanjangan Jabatan Sekda
CGN Gelar “Open Day” Serentak di Lima Negara, Dorong Edukasi Energi Hijau dan Pertukaran Budaya
Kondisi TPA Cipeucang telah lama menjadi sorotan, baik dari warga sekitar maupun pemerhati lingkungan. Dengan produksi sampah Tangsel yang mencapai lebih dari 700 ton per hari, Cipeucang sudah tak lagi sanggup menampung. Sementara upaya untuk memperluas atau membangun TPA baru masih menghadapi berbagai kendala teknis dan birokratis.
Pemindahan pembuangan ke TPA Bangkonol diharapkan memberi ruang bagi Pemkot Tangsel untuk menyusun ulang strategi pengelolaan sampah jangka panjang—mulai dari pengurangan di sumber, pengolahan terpadu, hingga pembangunan fasilitas waste to energy (WTE).






