HARIANBANTEN.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan program seragam sekolah gratis akan dimulai tahun ini, namun pendistribusiannya dilakukan secara bertahap.
Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni mengatakan, untuk tahap awal seragam sekolah gratis akan diberikan kepada siswa tidak mampu yang mendaftar lewat jalur afirmasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya akan bertahap, yang afirmasi dulu yang tidak mampu,” kata Deden ketika dikonfirmasi, Kamis, 2 Juli 2026.
Deden menjelaskan, siswa baru yang akan mendapatkan seragam sekolah gratis terdiri dari semua jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca Juga:
Kebakaran TPA Jatiwaringin Konsekuensi Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah
Viral Bocah 8 Tahun di Serang Kecanduan Hirup Bensin, Camat Turun Tangan
Gegara Korsleting Listrik, 2 Ruko di Ciputat Hangus Terbakar
Meski demikian ia mengaku tak mengingat detail berapa jumlah siswa yang akan menerima program tersebut untuk tahap pertama nanti.
“Ada sih datanya, cuma saya lupa, enggak bawa datanya. Datanya sudah ada sih, di semua jenjang, di TK, SD, dan SMP,” tuturnya.
Baca Juga:
CGTN: Apa yang Membuat Partai Komunis Tiongkok Mendapat Kepercayaan Luas dari Publik?
KTT KESEHATAN GLOBAL MITOCHONDRIAL 2026 TEGASKAN PERAN MITOKONDRIA SEBAGAI FONDASI MASA HIDUP SEHAT
Untuk tahap awal, hanya siswa baru yang akan mendapatkan seragam sekolah baru. Namun khusus jenjang SD, nantinya mereka akan kembali mendapatkan seragam baru ketika memasuki kelas 4.
“Kalau SD tuh ada kelas 1 sama kelas 4, dua kali jadi selama 6 tahun, dia dua kali dapatnya. Cuma untuk tahap pertama, kelas 1 saja dulu,” ungkapnya.
Sementara proses pendistribusian akan menunggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 diketok.
Baca Juga:
VEICHI Luncurkan Solusi Penyimpanan Energi dan Mikrogrid untuk Segmen C&I
Ekspor Bunga Yunnan Terus Tumbuh Pesat Menjelang IFEX Kunming 2026
“Ini kan ada di APBD perubahannya anggarannya. Iya setelah tahun ajaran baru lah, tidak jauh dari ajaran baru,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, para wali murid yang mendaftarkan anaknya sekolah dibuat kebingungan karena diminta menyiapkan uang 1,3 juta untuk biaya seragam sekolah.
Padahal mereka sebelumnya mendapatkan informasi dari pemberitaan media massa bahwa Pemkot Tangsel menyediakan program seragam sekolah gratis.
Namun setelah dikonfirmasi ternyata program itu belum menyasar seluruh siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa program itu akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan masyarakat yang masuk Desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kita dahulukan tentunya masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan 2. Kalau misalnya nanti masih mencukupi kita meluas lagi ke yang lainnya, prioritasnya itu Desil 1 dan 2,” kata Benyamin ketika ditemui di wilayah Serpong, Selasa, 30 Juni 2026.












