HARIANBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) akan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak keterima di SMP Negeri.
Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni mengatakan, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 5.000 siswa yang nantinya akan mendapatian bantuan pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nantinya setiap siswa akan mendapatkan uang sebesar Rp1,8 juta untuk meringankan beban biaya pendidikan.
“Sama dengan tahun sebelumnya sekitar 5.000 an siswa. Nominal masih Rp1,8 juta per tahun per siswa,” kata Deden ketika dikonfirmasi, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca Juga:
Video Diduga Dari Lokasi Ruko Pasar Cimanggis, Ada Ompreng Hingga Baju SPPG
Gelar Talk Show Kesehatan, Warga Serpong Keluhkan Masalah Rujukan yang Dinilai Lambat
Sempat Diguyur Hujan, Ansor Fest 2026 Hari Pertama Berlangsung Meriah
Ia menjelaskan, siswa yang tidak keterima di SMP Negeri akan diarahkan mendaftar di sekolah swasta pendamping.
Hingga saat ini terdapat 91 sekolah swasta pendamping di Kota Tangsel yang bisa menjadi alternatif para siswa.
Baca Juga:
Dishub Tangsel Mulai Kembangkan ITTS, CCTV dan AI Disiapkan untuk Deteksi Kemacetan Lebih Dini
Pemkot Tangsel Didorong Ambil Alih Aset PDAM Serpong, BUMD PITS Sanggup Mengelola
Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Akhirnya Bikin Laporan Polisi
“Kita punya 91 sekolah pendamping bagi yang tidak diterima di negeri, diarahkan ke sekolah pendamping swasta dengan bantuan biaya pendidikan,” ungkapnya.
Deden menyebut, pada tahun ajaran 2026/2027 ini, pihaknya akan menerima 9.976 calon siswa untuk di 24 SMP Negeri yang ada di Kota Tangsel.
Angka itu tak jauh beda dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun lalu. Pasalnya rombongan belajar (rombel) di masing-masing sekolah tidak mengalami perubahan yang signifikan.
“Kurang lebih enggak jauh berbeda dengan tahun kemarin. Di masing-masing sekolah kan rombelnya 42 sebagian, ada yang di bawah 40, ada yang 37 atau 38. Jadi ya secara umum sih tidak ada yang jauh berbeda,” pungkasnya.









