HARIANBANTEN.COM – Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus, meminta pabrik es kristal yang berada di Kampung Jati, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, untuk ditutup sementara.
Permintaan itu bukan tanpa alasan, pasalnya operasional pabrik es kristal yang menggunakan sumur bor diduga membuat sumur warga yang disekitarnya kekeringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena lingkungan mengeluh kekeringan musim kemarau juga ternyata dampak vitalnya ada di sumur bor yang produksi es,” kata Julham kepada HarianBanten, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menerangkan, permintaan penutupan itu juga didasari karena pabrik tersebut kedapatan belum mengantongi izin usaha.
Baca Juga:
Korsleting Listrik Jadi Pemicu Kebakaran Ruko Pasar Ciputat, Kerugian Capai Puluhan Juta
Ruko Pasar Ciputat Kebakaran, Kobaran Api Terlihat Dari Kejauhan
Damkar Tangsel: Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Puspemkot dan DPRD Belum Maksimal
“Saya kunjungi mereka belum memiliki izin usaha pengeluaran air tanah dan tidak mengantongi rekomendasi-rekomendasi yang harus dimilki oleh pelaku usaha,” tuturnya.
Julham mengungkapkan, dirinya merekomendasikan pabrik itu ditutup sementara selama tiga hari.
Baca Juga:
DPRD Tangsel Minta Pejabat yang Baru Dirotasi Cepat Adaptasi, Singgung APBD 2027
Tersangka Pembunuhan Anggota TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang
Gravity Game Unite (GGU) Sukses Gelar “Ragnarok Zero: Global European User Meetup”!
Meski pabrik itu tutup sementara, ia menekankan hak pekerja tetap harus dipenuhi oleh pabrik.
“Namun saya meminta hak pekerja pembayaran lepas dari mereka tetap diberikan insentif harian walaupun tidak produksi karena ini situasi pelanggaran administrasi pengusaha bukan urusan keuntungan perusahaan,” ungkapnya.
“Jadi silakan berinvestasi di Tangsel, bangun usaha di Tangsel harus memiliki izin dulu, rekomendasi dulu. dan aturan-aturan yang ada, agar dampak-dampak kepada masyarakat lingkungan dan sekitar tidak terjadi,” pungkasnya.









