Diduga Disegel Vendor, Belasan Ruang Kelas di Kampus Untirta Lumpuh

- Pewarta

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, HARIANBANTEN.COM – Aktivitas perkuliahan di Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dikabarkan terganggu setelah sebanyak 15 ruang kelas diduga disegel oleh pihak vendor.

 

Penyegelan tersebut menjadi sorotan mahasiswa karena dinilai menghambat proses belajar mengajar. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Untirta bahkan menyampaikan sikap resminya melalui akun Instagram.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam unggahannya, BEM Fakultas Teknik Untirta menegaskan bahwa ruang belajar tidak seharusnya menjadi korban persoalan administrasi.

 

“Penyegelan 15 ruang kelas Fakultas Teknik Untirta bukan sekadar persoalan fasilitas, tetapi persoalan yang berpotensi mengganggu hak mahasiswa untuk memperoleh pendidikan yang layak,” tulis BEM FT Untirta dalam unggahan tersebut.

 

BEM menilai perselisihan antara universitas dan vendor merupakan ranah administrasi yang seharusnya diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku, tanpa mengorbankan kepentingan mahasiswa yang tidak terlibat dalam sengketa.

 

Melalui pernyataan resminya, BEM FT Untirta menyampaikan tiga tuntutan, yakni mendesak penyelesaian proses administrasi dan pembayaran agar kegiatan akademik tidak terganggu, mengecam tindakan penyegelan ruang kelas yang dilakukan secara sepihak, serta menegaskan setiap sengketa harus diselesaikan secara profesional tanpa menghambat pelayanan pendidikan.

 

“Karena ruang kelas bukan sekadar bangunan. Di sanalah proses belajar, bertumbuh, dan masa depan mahasiswa dibangun,” demikian pernyataan BEM.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Fakultas Teknik Untirta maupun Rektorat Untirta terkait penyebab penyegelan belasan ruang kelas tersebut. Begitu pula pihak vendor belum memberikan penjelasan mengenai dasar tindakan yang dilakukan.

 

Perkembangan persoalan ini menjadi perhatian sivitas akademika karena dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran kegiatan perkuliahan apabila tidak segera diselesaikan.

Berita Terkait

Kronologi Ketua RT di Pamulang Jadi Tersangka, Kasus Berawal Dari Teguran Bakar Sampah
Berawal Dari Menegur Bakar Sampah, Ketua RT di Pamulang Jadi Tersangka
Rayakan HUT Ke-25, Demokrat Tangsel Gelar Aksi Bersih-bersih Situ Gintung
Masih Bandel Pasang di Atas Tanah, Kabel Provider Internet di Ciputat Diputus Paksa
Walikota Tangsel: Jajaran Direksi BUMD Pasar Harus Profesional
Pemkot Tangsel Matangkan Persiapan Porprov 2026, 20 Venue Masih Lobi Harga
KPU Tangsel Evaluasi Partisipasi Pilkada, Ungkap Alasan Warga Tak Datang ke TPS
Wanita 21 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Tangerang, Ada Luka Pada Bagian Leher

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Kronologi Ketua RT di Pamulang Jadi Tersangka, Kasus Berawal Dari Teguran Bakar Sampah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Berawal Dari Menegur Bakar Sampah, Ketua RT di Pamulang Jadi Tersangka

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Rayakan HUT Ke-25, Demokrat Tangsel Gelar Aksi Bersih-bersih Situ Gintung

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Masih Bandel Pasang di Atas Tanah, Kabel Provider Internet di Ciputat Diputus Paksa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Walikota Tangsel: Jajaran Direksi BUMD Pasar Harus Profesional

Berita Terbaru