Cilalung Diselimuti Bau Kandang Ayam, Warga Mengaku Tak Betah dan Khawatir Penyakit

- Pewarta

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Sejumlah warga mengeluhkan adanya aktivitas peternakan ayam skala besar di dekat pemukiman penduduk. Peternakan ayam itu berada di Kampung Cilalung, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

 

Keberadaan peternakan itu disebut menimbulkan aroma tak sedap hingga dikhawatirkan memicu dampak kesehatan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah seorang warga, Fitri mengatakan, bau menyengat yang diduga berasal dari pakan dan kotoran ayam mulai tercium sekitar sepekan terakhir.

 

“Sudah beberapa hari, sudah semingguan sih kayaknya, tiba-tiba bau pakan ayam sama bau kotoran ayam,” kata Fitri kepada HarianBanten, Sabtu, 11 Juli 2026.

 

Fitri mengaku telah tinggal di kawasan tersebut selama sekitar tiga tahun. Selama itu warga tidak pernah mencium bau serupa.

 

Setelah menelusuri sumbernya, warga mengetahui aroma tersebut berasal dari kandang ayam yang lokasinya tidak jauh dari permukiman.

 

Menurut informasi yang diterimanya, peternakan tersebut sebenarnya sudah lama berdiri, tetapi sempat berhenti beroperasi saat pandemi Covid-19.

 

Aktivitas peternakan baru kembali berjalan belakangan ini sehingga bau menyengat tiba-tiba dirasakan warga.

 

“Katanya kandangnya mereka memang sempat ada peternakan ayam di situ tapi sudah lama. Sempat vakum karena Covid. Jadi pada saat rumah pemukiman ini dibangun, itu kan pada saat Covid. Nah itu enggak ada tuh ayam-ayamnya,” tuturnya.

 

Selain terganggu oleh bau, warga juga khawatir keberadaan peternakan dapat memicu penyebaran penyakit, mengingat banyak anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

 

Keluhan tersebut telah disampaikan warga kepada pengurus RT hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Namun, upaya mediasi yang telah dua kali dilakukan belum membuahkan hasil.

 

“Sudah (menyampaikan keluhan), tapi kita enggak diterima. Jadi kita dua kali mediasi,” ungkapnya.

 

Fitri mengatakan, warga mendapat informasi bahwa mediasi kembali akan difasilitasi dalam waktu dekat di kantor kelurahan atau kecamatan. Ia berharap permasalahan tersebut segera menemukan solusi.

 

“Kita mau dimediasi di kantor Kelurahan atau Kecamatan, tapi itu belum tahu kapan,” pungkasnya.

Berita Terkait

BPBD Ungkap Seluruh Wilayah Tangsel Masuk Peta Potensi Kekeringan, Setu Paling Rawan
Dampak Fenomena El Nino Godzila, Kekeringan di Tangsel Berpotensi Meluas
Harga Minyak Fluktuatif, Pemkot Tangsel Tambah Rp400 Juta Untuk BBM Bus Sekolah
Puluhan Keluarga di Kranggan Tangsel Kekeringan, Aktivitas Warga Terganggu Akibat Krisis Air
Pasrah Dilengserkan Dari Pimpinan DPRD Tangsel, Yusuf PKS: Kewenangan DPP
Usulkan Sri Mulyani Kembali ke Kemenkeu, PKN: Menteri Purbaya Lebih Cocok di Menkop atau Mensos
Siswa Tak Lolos SPMB Dapat Bantuan Rp1,8 Juta di 94 SMP Swasta Tangsel, Ini Daftar Sekolahnya
Yusuf Dilengserkan Dari Pimpinan DPRD Tangsel, Mustopa Kembali Jadi Wakil Ketua

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:26 WIB

Cilalung Diselimuti Bau Kandang Ayam, Warga Mengaku Tak Betah dan Khawatir Penyakit

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:29 WIB

BPBD Ungkap Seluruh Wilayah Tangsel Masuk Peta Potensi Kekeringan, Setu Paling Rawan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:35 WIB

Dampak Fenomena El Nino Godzila, Kekeringan di Tangsel Berpotensi Meluas

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:39 WIB

Harga Minyak Fluktuatif, Pemkot Tangsel Tambah Rp400 Juta Untuk BBM Bus Sekolah

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:18 WIB

Puluhan Keluarga di Kranggan Tangsel Kekeringan, Aktivitas Warga Terganggu Akibat Krisis Air

Berita Terbaru