HARIANBANTEN.COM – Rencana pengoperasian transportasi umum (transum) dengan rute Pondok Cabe-Alam Sutera di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat perhatian dari DPRD Tangsel.
Anggota Komisi IV DPRD Tangsel, Julham Firdaus, mendukung rencana Pemkot Tangsel menghadirkan trayek baru tersebut sebagai salah satu alternatif transportasi untuk membantu mengurangi kemacetan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ia meminta pemerintah tetap memperhitungkan keberadaan angkutan kota (angkot) yang selama ini melayani masyarakat Tangsel.
“(harus juga memperhatikan) dampak transportasi lokal dan dampak transportasi yang sudah ada,” kata Julham ketika dihubungi, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca Juga:
Xinhua Silk Road: Jurnalis Muda Afrika Jajaki Peluang Kerja Sama Baru Tiongkok-Afrika di Hunan
Polda Metro Jaya Gerebek Produksi Uang Palsu di Tangsel, Temukan Uang Rp36 Miliar
Menurut Julham, kondisi angkot di Tangsel saat ini cukup memprihatinkan. Keberadaan angkot dinilai mulai ditinggalkan penumpang karena harus bersaing dengan berbagai moda transportasi lainnya.
Karena itu, ia mendorong Pemkot Tangsel tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga melakukan pembenahan terhadap angkot yang sudah ada.
Baca Juga:
Gegara Puntung Rokok, Rumah di Cirendeu Hangus Dilahap Api
NagaWorld Raih Sertifikasi Great Place To Work® 2026 dengan Skor Trust Index™ 97%
Bea Cukai Banten Musnahkan 41 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp62 Miliar
“Karyakan saja itu angkot-angkot yang sudah ada, kasihan kesepian. Dikasih sistem, dikasih digital, dikasih inovasi gitu loh,” tuturnya.
Selain persoalan angkot, Julham menyoroti kondisi sejumlah halte di Tangsel yang dinilainya sudah tidak terawat. Padahal, halte menjadi salah satu fasilitas penting yang menunjang keberadaan transportasi umum.
Ia pun meminta Pemkot Tangsel turut membenahi halte-halte yang kondisinya rusak maupun tidak lagi berfungsi.
Baca Juga:
IGEL Hadirkan Now & Next Workspace & Endpoint Security Summit di Melbourne, Australia
60 Seconds to Tokyo: Sensasi Japanese Street Food di Lebih dari 130 Archipelago Hotels di Indonesia
“Banyak halte-halte kita yang sudah nggak terawat, yang sudah hancur, nggak berfungsi,” pungkasnya.









