HARIANBANTEN.COM – Video viral di media sosial menyebut seorang pedagang Sate Padang di wilayah Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi korban pemalakan hingga ratusan juta rupiah.
Dalam sebuah utas di platform Threads, disebutkan pemalakan terhadap pedagang sate tersebut bahkan mencapai Rp200 juta. Aksi itu juga disebut disertai pengancaman menggunakan senjata tajam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat kejadian itu, pedagang sate tersebut memilih pindah lokasi berjualan. Sebelumnya, ia berjualan tepat di depan RS Premiere Bintaro, kemudian pindah ke salah satu kafe di wilayah Sektor 9, Bintaro.
Kapolsek Pondok Aren, Kompol Anne Rose Agrippina Putri, membenarkan adanya dugaan pemalakan terhadap pedagang sate tersebut. Ia mengatakan, setelah mendapat informasi, pihaknya langsung menemui korban.
Baca Juga:
Dugaan Pelecehan di ICM Tangsel: Polisi Periksa 7 Saksi, Perkara Naik Penyidikan
Wacana Guru P3K Digaji Pemerintah Pusat, BKAD Tangsel: APBD Bisa Dialokasikan Untuk Program Lain
“Bahwa Polsek Pondok Aren unit Reskrim dan unit Intel mendatangi kediaman penjual sate atau korban dan dapat dibenarkan bahwa ia mengalami pemalakan atau pemerasan,” kata Anne, Rabu, 30 September 2026.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami nominal uang yang telah dikeluarkan oleh pedagang sate tersebut. Namun, polisi telah mengantongi bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana pemerasan.
Baca Juga:
Huawei Luncurkan Intelligent RAIL 2.0, Percepat Transformasi Digital di Sektor Perkeretaapian Global
“Kalau untuk nominal berapa yang sudah dikeluarkan dari penjual sate masih kami dalami, tapi kami sudah mengantongi bukti-bukti yang memang sudah mengarah ke tindak pidana pemerasan.
Sementara terkait dugaan penodongan senjata tajam, Anne menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, tindakan tersebut tidak pernah terjadi.
“Kalau terkait ditodong dengan celurit ataupun senjata tajam itu tidak dibenarkan, bahwa si korban penjual sate tidak ada dikalungkan ataupun ditodong senjata tajam, dibantah,” ungkapnya.
Meski demikian, hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian.
“Kami dari Polsek sudah mengarahkan pada saat kami mendatangi kediaman korban ataupun penjual sate padang tersebut, kami sudah mengarahkan untuk melaporkan Polisi, namun sampai saat ini kami masih menunggu karena yang bersangkutan masih dalam pertimbangan ataupun rembuk sama keluarga,” pungkasnya.









