Dugaan Pelecehan di ICM Tangsel: Polisi Periksa 7 Saksi, Perkara Naik Penyidikan

- Pewarta

Rabu, 30 September 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Pihak Kepolisian mengungkapkan perkembangan penanganan perkara dugaan pelecehan di sekolah internasional Insan Cendekia Madani (ICM), Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

 

Kasubsi PIDM Humas Polres Tangsel, Ipda Yudhi mengatakan, sejauh ini total sudah tujuh saksi sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kalau untuk saksi yang sudah dimintai keterangan dan diberita acara pemeriksaan dari pihak keluarga dan sekolah kurang lebih ada 7 saksi,” kata Yudhi dalam keterangannya, Rabu, 30 September 2026.

 

Ia mengungkapkan, perkara tersebut pun saat ini sudah naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

 

“Saat ini sudah dilakukan gelar perkara dan perkaranya sudah ditingkatkan dari penyelidikan jadi penyidikan,” ungkapnya.

 

Yudhi menuturkan, pihak penyidik juga tengah mempersiapkan untuk melakukan pemanggilan terhadap terlapor, yakni guru berinisial NNA.

 

“Penyidik sudah mempersiapkan untuk memanggil sesuai dengan surat panggilan untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, siswi salah satu sekolah internasional di Kota Tangsel diduga menjadi korban pelecehan seksual. Terduga pelaku merupakan guru di sekolah tersebut dengan inisial NAA.

 

Kuasa Hukum korban, Muhammad Fadhli mengatakan, dugaan pelecehan itu terjadi pada periode tahun 2023 sampai 2026 saat korban masih duduk di bangku kelas 4 SD hingga memasuki jenjang SMP.

 

“Jadi terduga pelaku yang kami laporkan adalah inisialnya NAA yang saat ini masih tercatat sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah internasional berbasis agama yang berlokasi di Tangerang Selatan dengan inisial ICM,” kata Fadhli ketika ditemui awak media di Mapolres Tangsel, Selasa, 22 September 2026.

 

Ia menjelaskan, dugaan pelecehan baru terungkap pada awal September 2026. Saat itu orang tua mengetahui informasi tersebut dari pelatih taekwondo korban.

 

Dugaan aksi pelecehan yang dialami korban yaitu mulai dari dipertontonkan video porno, menyentuh bagian sensitif tubuh korban, hingga meminta korban untuk mengirimkan foto yang dianggap tidak senonoh.

 

Aksi itu dikabarkan terjadi di lingkungan sekolah saat kelas mengaji private seusai jam pelajaran regular berlangsung.

 

“Peristiwanya itu terjadi setelah jam pelajaran reguler. Jadi si pelaku membuat semacam les privat untuk mengaji dan itu terjadi di ruang kelas. Di ruang kelas di sekolah dimana si pelaku itu bekerja,” tandasnya.

Berita Terkait

Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta
Wacana Guru P3K Digaji Pemerintah Pusat, BKAD Tangsel: APBD Bisa Dialokasikan Untuk Program Lain
Sidak Pasar Ciputat Bongkar Puluhan Kios Terisi Tanpa Bayar Retribusi
Dindik Tangsel Senang, Gaji 1.100 Guru PPPK Bakal Dibayar Pusat
Khawatir Ada Korban Lain, DPRD Tangsel Minta Investigasi Dugaan Pelecehan Sekolah Internasional Diperluas
Bikin Resah! Toko Obat di Pondok Aren Digeruduk Warga, Penjual Kabur
DPRD Tangsel Sarankan Ada Aturan Khusus Batasi Kedekatan di Lingkungan Pendidikan
Ujicoba Hari Pertama Rekayasa Lalin di Serpong, Sejumlah Pemotor Masih Nekat Lawan Arah

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:05 WIB

Dugaan Pelecehan di ICM Tangsel: Polisi Periksa 7 Saksi, Perkara Naik Penyidikan

Rabu, 30 September 2026 - 16:02 WIB

Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta

Rabu, 30 September 2026 - 15:59 WIB

Wacana Guru P3K Digaji Pemerintah Pusat, BKAD Tangsel: APBD Bisa Dialokasikan Untuk Program Lain

Selasa, 29 September 2026 - 18:47 WIB

Sidak Pasar Ciputat Bongkar Puluhan Kios Terisi Tanpa Bayar Retribusi

Selasa, 29 September 2026 - 18:36 WIB

Dindik Tangsel Senang, Gaji 1.100 Guru PPPK Bakal Dibayar Pusat

Berita Terbaru

Info Banten

Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta

Rabu, 30 Sep 2026 - 16:02 WIB