Buntut Poligami Berdarah di Pakuhaji: Istri Kedua Tewas, Suami Ditangkap Polisi

- Pewarta

Minggu, 1 Juni 2025 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Melakukan Olah TKP Penemuan Mayat di Pakuhaji

Polisi Melakukan Olah TKP Penemuan Mayat di Pakuhaji

Harian Banten– Kasus penemuan jasad seorang wanita berinisial M di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, akhirnya terungkap. Korban ternyata dibunuh oleh suaminya sendiri, berinisial A (50), yang kesal karena korban kerap datang ke rumah istri pertamanya dan memicu pertengkaran.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, mengungkapkan hasil autopsi RSUD Tangerang menunjukkan adanya luka memar pada bagian mulut dan hidung akibat kekerasan tumpul. Penyebab kematian korban dipastikan karena pecahnya pembuluh darah akibat cekikan.

“Korban meninggal dunia akibat kekerasan tumpul, dengan luka memar pada mulut dan hidung. Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa korban dibunuh oleh suaminya sendiri dengan cara dicekik,” jelas Kombes Zain dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tersangka A ditangkap oleh tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Pakuhaji dan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota pada hari yang sama di rumahnya.

“Keterangan sementara, tersangka mengaku kesal karena korban sering datang ke rumah istri pertamanya maupun ke tempat kerjanya, sehingga menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangga pelaku dengan istri pertama,” lanjut Zain.

Saat ini tersangka telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar dan menambah deretan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung tragis. Polisi mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan konflik keluarga dengan cara-cara damai dan menjauhi tindakan kekerasan.

Berita Terkait

Pabrik Mebel di Pagedangan Kebakaran, 10 Armada Dikerahkan ke Lokasi
Antisipasi Kebabakaran, TPA Cipeucang Diurug Tanah Hingga Rutin Semprot
Melawan Saat Ditangkap, Maling Motor di Tangerang Ditembak Polisi
Pemkot Tangsel Luncurkan Datara, Masyarakat Bisa Cek Status Bansos
Organisasi Pers di Tangsel Gelar Doa Untuk 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau
35 Napi High Risk dari Lapas Banten Dipindah ke Nusakambangan
Eks Rektor UIN Jakarta Dipanggil Kejati Banten, Mahasiswa Geruduk Rektorat
APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Pabrik Mebel di Pagedangan Kebakaran, 10 Armada Dikerahkan ke Lokasi

Sabtu, 12 September 2026 - 15:59 WIB

Antisipasi Kebabakaran, TPA Cipeucang Diurug Tanah Hingga Rutin Semprot

Sabtu, 12 September 2026 - 11:49 WIB

Melawan Saat Ditangkap, Maling Motor di Tangerang Ditembak Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 14:49 WIB

Organisasi Pers di Tangsel Gelar Doa Untuk 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 12:26 WIB

35 Napi High Risk dari Lapas Banten Dipindah ke Nusakambangan

Berita Terbaru

Info Banten

Melawan Saat Ditangkap, Maling Motor di Tangerang Ditembak Polisi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 11:49 WIB