HARIANBANTEN.COM – Pendidikan tidak selalu tentang buku dan ruang kelas, tetapi pendidikan juga dibentuk melalui koneksi yang terjalin lintas budaya.
Pada 22 Juli 2026, mahasiswa Program BBK International 8 Universitas Airlangga yang dibina oleh Mie University, Jepang, mengunjungi Ueno High School di Kota Iga untuk mengikuti sesi pertukaran budaya yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dengan siswa SMA Jepang unruk saling berbagi cerita tentang keseharian, sistem pendidikan, dan identitas budaya masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesi dibuka dengan presentasi dari siswa Ueno High School yang memperkenalkan Kota Iga, yang dikenal luas sebagai tempat lahirnya budaya ninja, sekaligus menjelaskan akar sejarah warisan tersebut dan pengaruhnya yang masih terasa hingga kini, baik dalam identitas kota maupun sektor pariwisata.
Sebagai balasannya, mahasiswa BBK memberikan gambaran tentang Universitas Airlangga dan Kota Surabaya, membuka wawasan bagi rekan-rekan Jepang tentang dunia pendidikan tinggi dan kehidupan perkotaan di Indonesia.
Baca Juga:
Polisi Tangkap 7 Tersangka Pembunuhan TNI AD di Tangerang, 2 Orang Masih Diburu
Motif Pembunuhan Anggota TNI AD di Tangerang Dipicu Rebutan Pesanan Sate Taichan
Heboh! Warga Rawa Buntu Tolak Kantor Kelurahan Dipindah, Singgung Sejarah 80 Tahun
Setelah sesi presentasi, siswa dari kedua belah pihak saling bertukar cerita pribadi, membandingkan kehidupan sebagai siswa SMA di Jepang dengan kehidupan sebagai mahasiswa di Indonesia.
Obrolan mengalir dari rutinitas sekolah dan tekanan akademik, sampai kegiatan ekstrakurikuler, cita-cita, dan tradisi budaya.
Baca Juga:
Marak Kasus Kekerasan Anak, Fraksi PDIP DPRD Tangsel Kaji Pembentukan KPAD
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Bahasa pun menjadi jembatan yang paling kuat di antara kedua kelompok, karena mereka bergantian mengajarkan kata dan frasa sederhana dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang.
Pertukaran ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta dari kedua negara. Jun dan Yuto, siswa Ueno High School, termasuk yang membagikan kesan mereka.
Jun berkata “You’re so funny and kind, I’m enjoying this communication,” sementara Yuto menggambarkan pengalamannya sebagai “a fun time, so great experience.”
Baca Juga:
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
Respons mereka menggambarkan keterbukaan yang mewarnai kunjungan ini, menunjukkan bagaimana interaksi personal yang informal bisa membawa makna yang tidak kalah besar dibanding pertukaran akademik formal.
Program ditutup dengan tur ke gedung tertua sekolah, yang telah berdiri sejak tahun 1900 dan masih aktif digunakan hingga sekarang. Menyusuri lorong-lorong berusia lebih dari satu abad itu memberi mahasiswa BBK gambaran nyata tentang kesinambungan dalam dunia pendidikan Jepang, sebuah hubungan yang menyambungkan siswa awal abad ke-20 dengan mereka yang belajar di sana sekarang.
Di luar nilai budayanya, pertukaran ini juga mencerminkan pertemuan antara kemitraan institusional, pengabdian kepada masyarakat (community outreach), dan pengembangan komunitas (community development).
Kegiatan ini merupakan bentuk kemitraan akademik multi-lapis, dengan Mie University berperan sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator yang menghubungkan Universitas Airlangga dengan Ueno High School sebagai mitra pertukaran di lapangan, sebuah hubungan yang berpotensi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menunjukkan bentuk outreach yang jelas, karena kedua institusi terlibat langsung dengan komunitas eksternal, bukan sekadar berkutat di lingkup akademik masing-masing. Yang paling menonjol, kegiatan ini mencerminkan community development dalam pengertian sosial dan relasionalnya, melalui penguatan kompetensi antarbudaya dan bahasa, serta pembentukan modal sosial dan kepercayaan timbal balik antar mahasiswa dari negara yang berbeda.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 atau Pendidikan Berkualitas, khususnya Target 4.7 yang menekankan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan kewargaan global.
Selain itu pertukaran kolaboratif ini juga mencerminkan semangat SDG 17 atau Kemitraan untuk Mencapai
Tujuan, khususnya Target 17.17 yang mendorong terbentuknya kemitraan yang efektif antara sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil.
Kerjasama tiga pihak antara Universitas Airlangga, Mie University, dan Ueno High School menjadi contoh bagaimana kemitraan akademik lintas negara bisa dibangun di atas sumber daya bersama, pertukaran pengetahuan, dan kepercayaan institusional jangka panjang.
Kemitraan semacam ini, meski berawal dari satu sesi pertukaran budaya, punya potensi untuk berkembang menjadi kerangka kerja sama berkelanjutan yang menguntungkan ekosistem pendidikan kedua negara.
Bagi mahasiswa BBK 8, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak berhenti di kurikulum formal. Hal-hal sederhana, seperti memperkenalkan kota asal atau mengajarkan beberapa kata dalam bahasa ternyata mampu membangun jembatan pemahaman yang bertahan lama antar bangsa dan generasi.
Penulis: Amelia Clara Krustian (176231083) dan Vellyani Christina Lawrance (131241334).














