Dua Sekolah Elite Di Tangerang Diancam Bom, Pelaku Minta Tebusan $30.000

- Pewarta

Selasa, 7 Oktober 2025 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten -Dua sekolah internasional di Tangerang diguncang teror ancaman bom pada Senin (7/10). Ancaman tersebut dikirimkan melalui pesan elektronik dan WhatsApp, dengan disertai tuntutan tebusan sebesar 30.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Target Ancaman

Sekolah yang menjadi sasaran adalah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari International School di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

  • Ancaman pertama menyasar Jakarta Nanyang School pada pagi hari.

    ADVERTISEMENT

    RILISPERS.COM

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Beberapa jam kemudian, ancaman serupa dikirim ke Mentari International School.

Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menanam bom di area sekolah dan meminta uang tebusan dalam jumlah besar agar bom tidak diledakkan.

Respons Aparat

Polisi langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Tim Jihandak dan Gegana Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi di kedua sekolah.
Kapolres Tangerang Selatan dan jajaran Polres Tangerang Selatan juga turun ke lokasi untuk memastikan keamanan.

“Tim penjinak bahan peledak sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Tidak ditemukan benda mencurigakan,” ujar pihak kepolisian.

Kondisi Sekolah

Meski tidak ditemukan bom, pihak sekolah sempat menghentikan aktivitas belajar mengajar untuk menjaga keamanan siswa dan guru. Orang tua murid juga diminta menjemput anak mereka lebih awal.

Proses Penyelidikan

Polisi kini sedang melacak pengirim ancaman. Dugaan sementara, pelaku menggunakan akun luar negeri untuk mengirim pesan teror dengan tujuan memeras pihak sekolah.
“Ancaman ini bukan sekadar iseng. Ada permintaan tebusan uang dalam jumlah besar, sekitar 30.000 dolar AS, yang membuat kasus ini masuk kategori serius,” tambah kepolisian.

Berita Terkait

Demokrat Tangsel Warning Wacana Pecah Dapil Pamulang: Politik Bisa Makin Mahal
Direktur Speak Up Nilai Perjanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bertentangan Dengan Prinsip Meritokrasi ASN
PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu
Penghuni Apartemen Green Lake Ciputat Ditemukan Tak Bernyawa, Terungkap Usai Bau Menyengat Menyebar
Golkar Dorong Pemekaran Wilayah Ketimbang Pecah Dapil Pamulang
Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU
Antisipasi Penyebaran Penyakit, Seluruh Hewan Kurban di Tangsel Akan Diperiksa Kesehatan
Maling Bobol Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:49 WIB

Demokrat Tangsel Warning Wacana Pecah Dapil Pamulang: Politik Bisa Makin Mahal

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:39 WIB

Direktur Speak Up Nilai Perjanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bertentangan Dengan Prinsip Meritokrasi ASN

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:06 WIB

PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:05 WIB

Penghuni Apartemen Green Lake Ciputat Ditemukan Tak Bernyawa, Terungkap Usai Bau Menyengat Menyebar

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:51 WIB

Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU

Berita Terbaru

Info Banten

PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:06 WIB